YOGYAKARTA - Gerai swalayan Alfamart tahun depan siap berekspansi lebih banyak lagi di DIY. Saat ini Gerai yang tumbuh subur di daerah transit seperti Kota Magelang, Jateng, di Yogyakarta masih baru ada di tiga tempat, yakni di Kalasan, Jalan Solo, dan di Pasar Godean.
Akan tetapi, menurut Corporate Communications Manager PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) Didit Setiadi, jumlah gerai akan terus ditambah. Seperti halnya jumlah gerai Alfamart di wilayah Jawa Tengah yang tumbuh subur hingga mencapai 300-an gerai. "Peluang ekspansi dan prospeknya masih sangat terbuka untuk DIY," jelas Didit di sela-sela acara Taman Pintar Yogyakarta, Minggu (4/11/2007).
Didit menambahkan, dalam upaya melebarkan sayapnya, Alfamart akan menawarkan dua sistem kerja sama, yakni sistem waralaba dan sistem operator mandiri. Sebagaimana bisnis franchise lainnya, sistem waralaba Alfamart menawarkan kepada investor untuk menyedikan tempat dan modal saja. Sementara mekanisme penjualan dan barang-barang yang dijual menjadi urusan pihak Alfamart.
Sedangkan sistem kedua yakni operator mandiri, pihak investor berkewajiban menyiapkan tempat, sementara untuk permodalan bisa melalui perbankan dengan Alfamart sebagai penjaminnya.
Gerai Alfamart akan dimiliki investor operator mandiri setelah pinjaman bank terlunasi. Untuk pola tersebut, kata Didit, Alfamart telah bekerja sama dengan banyak pihak, terutama yayasan, pondok pesantren, serta koperasi. Meski selain organisasi dan yayasan, investor perorangan juga boleh memilih kerja sama tersebut.
Pihak Alfamart juga membuka peluang menjual gerai Alfamart yang dikelola manajemen Alfamart kepada pihak lain, dengan cara akuisisi dan harga jual yang berbeda-beda antara gerai satu dengan gerai lainnya tergantung dari letak dan strategisnya. "Kami memang ingin agar Alfamart sebagai minimarket tidak hanya dikuasai satu pihak, namun bisa dimiliki masyarakat luas," kata Didit.
(Moch Fauzi Miftah/Sindo/mbs)
Akan tetapi, menurut Corporate Communications Manager PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) Didit Setiadi, jumlah gerai akan terus ditambah. Seperti halnya jumlah gerai Alfamart di wilayah Jawa Tengah yang tumbuh subur hingga mencapai 300-an gerai. "Peluang ekspansi dan prospeknya masih sangat terbuka untuk DIY," jelas Didit di sela-sela acara Taman Pintar Yogyakarta, Minggu (4/11/2007).
Didit menambahkan, dalam upaya melebarkan sayapnya, Alfamart akan menawarkan dua sistem kerja sama, yakni sistem waralaba dan sistem operator mandiri. Sebagaimana bisnis franchise lainnya, sistem waralaba Alfamart menawarkan kepada investor untuk menyedikan tempat dan modal saja. Sementara mekanisme penjualan dan barang-barang yang dijual menjadi urusan pihak Alfamart.
Sedangkan sistem kedua yakni operator mandiri, pihak investor berkewajiban menyiapkan tempat, sementara untuk permodalan bisa melalui perbankan dengan Alfamart sebagai penjaminnya.
Gerai Alfamart akan dimiliki investor operator mandiri setelah pinjaman bank terlunasi. Untuk pola tersebut, kata Didit, Alfamart telah bekerja sama dengan banyak pihak, terutama yayasan, pondok pesantren, serta koperasi. Meski selain organisasi dan yayasan, investor perorangan juga boleh memilih kerja sama tersebut.
Pihak Alfamart juga membuka peluang menjual gerai Alfamart yang dikelola manajemen Alfamart kepada pihak lain, dengan cara akuisisi dan harga jual yang berbeda-beda antara gerai satu dengan gerai lainnya tergantung dari letak dan strategisnya. "Kami memang ingin agar Alfamart sebagai minimarket tidak hanya dikuasai satu pihak, namun bisa dimiliki masyarakat luas," kata Didit.