JAKARTA - Komisi Uni Eropa (UE) tengah menyiapkan bantuan dana hingga 500 juta euro atau setara dengan Rp6,8 triliun (Rp13.654 per euro). Dana itu disiapkan untuk pengembangan pendidikan dan perdagangan di Indonesia.
First Consellor Head of Operations European Union Pierre Phillipe mengatakan, rencananya sebanyak 80 persen dana itu akan digunakan untuk pengembangan pendidikan. Sisanya untuk pengembangan di bidang perdagangan dan investasi.
"Hingga saat ini UE masih belum memutuskan apakah dana tersebut diberikan dalam bentuk hibah atau pinjaman," kata dia, saat konferensi pers, di Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng Jakarta Pusat, Jumat (16/11/2007).
Tak hanya Indonesia, saat ini UE juga memberi bantuan dana bagi negara Asia lainnya, antara lain Afganistan.
(rhs)
First Consellor Head of Operations European Union Pierre Phillipe mengatakan, rencananya sebanyak 80 persen dana itu akan digunakan untuk pengembangan pendidikan. Sisanya untuk pengembangan di bidang perdagangan dan investasi.
"Hingga saat ini UE masih belum memutuskan apakah dana tersebut diberikan dalam bentuk hibah atau pinjaman," kata dia, saat konferensi pers, di Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng Jakarta Pusat, Jumat (16/11/2007).
Tak hanya Indonesia, saat ini UE juga memberi bantuan dana bagi negara Asia lainnya, antara lain Afganistan.