Sektor Riil
Seminar War for Talents
TKI Belum Manfaatkan Lowongan dengan Maksimal
Rabu, 5 Desember 2007 - 10:18 wib
Hadi Suprapto - Okezone
Berita Lainnya
-
Jum'at, 05/09/2008 16:09
Mendag: Ekspor CPO Akan Membaik -
Jum'at, 05/09/2008 15:09
4 Tahun Lagi, Infrastruktur Jadi Primadona -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Harga Naik, Proyek Infrastruktur Harus Jalan Terus -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Setor Dividen, Pertamina Pertimbangkan Investasi -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Ongkos Distribusi Elpiji Tak Ditanggung Pertamina -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Imbas Harga Elpiji Naik, Tingkat Pembelian Naik 5% -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Bappenas: Target SBI 3 Bulan Jangan Berubah Lagi -
Jum'at, 05/09/2008 11:09
Sanggup Lunasi Utang, Pencekalan Akan Dicabut -
Jum'at, 05/09/2008 10:09
HIPMI: Sektor Riil Makin Tertekan -
Kamis, 04/09/2008 17:09
Apindo: Salah Resep Bernama Kenaikan BI Rate
JAKARTA - Permasalahan tenaga kerja Indonesia rupanya sangat komplit. Bukan hanya angkatan tenaga kerja yang lebih banyak dibanding tersedianya lapangan kerja, tetapi kualitas tenaga kerja yang kurang memadai.
Hal ini mengakibatkan, banyaknya lowongan tenaga kerja, baik di Indonesia maupun di luar negeri yang sifatnya membutuhkan tenaga kerja trampil tidak bisa dimasuki tenaga kerja Indonesia.
Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) Tjetje Al Anshori dalam seminar JobStreet.com, "War for Talents: Talent Attraction & Retention Strategies For Indonesia Market" di Upper room Annex Building, Wisma Nusantara, Jalan MH Thamrin Jakarta, Rabu (5/12/2007).
Menurutnya, bukan hanya permasalahan tenaga kerja kerja trampil saja yang dihadapi. Tapi, kualitas tenaga kerja Indonesia juga menjadi perhatian khusus bagi Depnaker.
"Oleh sebab itu, tenaga kerja kita belum bisa memanfaatkan portal lowongan kerja dengan maksimal," ujarnya.
Namun, bagaimanapun, lanjutnya, pemerintah akan terus mendukung langkah portal lowongan kerja. "Karena ini tetap menjadi salah satu cara mengurangi pengangguran Indonesia," tambah Tjetje.
(mbs)
Hal ini mengakibatkan, banyaknya lowongan tenaga kerja, baik di Indonesia maupun di luar negeri yang sifatnya membutuhkan tenaga kerja trampil tidak bisa dimasuki tenaga kerja Indonesia.
Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) Tjetje Al Anshori dalam seminar JobStreet.com, "War for Talents: Talent Attraction & Retention Strategies For Indonesia Market" di Upper room Annex Building, Wisma Nusantara, Jalan MH Thamrin Jakarta, Rabu (5/12/2007).
Menurutnya, bukan hanya permasalahan tenaga kerja kerja trampil saja yang dihadapi. Tapi, kualitas tenaga kerja Indonesia juga menjadi perhatian khusus bagi Depnaker.
"Oleh sebab itu, tenaga kerja kita belum bisa memanfaatkan portal lowongan kerja dengan maksimal," ujarnya.
Namun, bagaimanapun, lanjutnya, pemerintah akan terus mendukung langkah portal lowongan kerja. "Karena ini tetap menjadi salah satu cara mengurangi pengangguran Indonesia," tambah Tjetje.


