BALI - Rencana pemerintah untuk mengalihkan penggunaan premium ke pertamax bagi mobil pribadi disambut dengan pro dan kontra oleh berbagai kalangan termasuk industri mobil. Bagaimana tidak, penjualan produksi mereka terancam ambles.
Menurut Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johny Darmawan, hal yang menyangkut energi memiliki berbagai dampak. Tak terkecuali pada sektor hulu seperti automotif.
Jika akhirnya rencana pengalihan benar diterapkan, maka para pelaku industri harus siap menyikapinya dengan berbagai jurus. Agar angka penjualan tidak tergerus kebijakan.
Berikut petikan perbincangan dengan Johny Darmawan, saat menghadiri KTT Perubahan Iklim di Bali, belum lama ini.
Bagaimana tanggapan Anda terhadap rencana pemerintah mengenai pengalihan premiun ke pertamax?
Ya setiap kebijakan itu pasti ada dampaknya, ada konsekuensinya.
Maksudnya?
Konsekuensinya seperti adanya pengurangan jumlah penjualan automotif. Tapi saya melihatknya positif saja. Karena ini sebagai pemaksaan kepada mereka agar menggunakan pertamax.
Jadi apa yang peru dilakukan pemerintah?
Seharusnya pemerintah melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Jika pertamax memang dinilai efisien dalam penggunaannya.
Langkah ini kan juga mengurangi beban negara pada APBN. Memang beban subsidi yang ditanggung pemerintah tinggi, menyusul tingginya harga minyak dunia.
Kembali soal nasib industri mobil, bagaimana Anda menyikapinya?
Memang dampak pengalihan membuat penjualan modil akan berkurang. Tapi kita lihat dulu kita tidak bisa menganalisa secara cepat.
Dalam jangka pendek, kita belum tau dampaknya seperti apa. Sekarang saja kita sudah pusing. Karena cost produksi naik.
Saat ini apa yang dilakukan Toyota Astra adalah berusaha mengurangi margin. Oleh karena itu kita akan melihat dulu bagaimana. Lagi pula kan ini masih rencana.
(Farid Rusdi/Trijaya/rhs)