Sektor Riil
Perbankan Gagas Kredit Lunak Bagi TKI
Selasa, 11 Desember 2007 - 19:01 wib
Berita Lainnya
-
Jum'at, 05/09/2008 16:09
Mendag: Ekspor CPO Akan Membaik -
Jum'at, 05/09/2008 15:09
4 Tahun Lagi, Infrastruktur Jadi Primadona -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Harga Naik, Proyek Infrastruktur Harus Jalan Terus -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Setor Dividen, Pertamina Pertimbangkan Investasi -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Ongkos Distribusi Elpiji Tak Ditanggung Pertamina -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Imbas Harga Elpiji Naik, Tingkat Pembelian Naik 5% -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Bappenas: Target SBI 3 Bulan Jangan Berubah Lagi -
Jum'at, 05/09/2008 11:09
Sanggup Lunasi Utang, Pencekalan Akan Dicabut -
Jum'at, 05/09/2008 10:09
HIPMI: Sektor Riil Makin Tertekan -
Kamis, 04/09/2008 17:09
Apindo: Salah Resep Bernama Kenaikan BI Rate
KEDIRI - Dunia perbankan akan mengucurkan pinjaman lunak yang khusus diberikan kepada para Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Langkah ini diharapkan bisa mendongkrak perolehan devisa negara dan membantu para calon TKI yang kesulitan memperoleh biaya.
Peneliti Ekonomi Madya Bank Indonesia Kediri, Marlinson mengatakan nilai transfer pengiriman uang TKI dari luar negeri ke Indonesia melalui jasa perbankan cukup tinggi. Hal ini menunjukkan semakin membaiknya kondisi TKI yang bekerja di luar negeri.
"Mereka sangat potensial untuk dibidik sebagai segmentasi kredit perbankan. Transfer mereka ke Indonesia lancar dan cukup besar," ujarnya di sela-sela pelaksanaan seminar Penelitian Preferensi dan Peluang Pembiayaan terhadap TKI di kantor BI Kediri, Selasa (11/12/2007).
Dia menjelaskan, selama ini banyak calon TKI yang mengalami kesulitan pembiayaan untuk mengurus keberangkatan ke luar negeri. Padahal mereka memiliki kemampuan dan motivasi besar untuk bekerja sebagai tenaga formal maupun informal. Hal inilah yang menjadi peluang bagi dunia perbankan untuk memberikan kredit lunak kepada TKI.
Menurut Marlinson, peluang ini belum tergarap secara optimal oleh dunia perbankan di Jawa Timur. Sudah seharusnya praktisi perbankan membantu para TKI dengan tetap mendapatkan keuntungan dengan memberikan kredit lunak.
Sebagai pertimbangan, dia mengusulkan pemberlakuan bunga subsidi sebesar 6 persen/tahun. Karena itu dia berharap dunia perbankan bisa bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan PJTKI untuk membahas teknis pemberian kredit tersebut.
Apalagi menurut hasil penelitian Prof Dr Mulyadi dari Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Unibraw menyebutkan jika prospek TKI di Indonesia sangat bagus.
(Hari Tri Wasono/Sindo/mbs)
Peneliti Ekonomi Madya Bank Indonesia Kediri, Marlinson mengatakan nilai transfer pengiriman uang TKI dari luar negeri ke Indonesia melalui jasa perbankan cukup tinggi. Hal ini menunjukkan semakin membaiknya kondisi TKI yang bekerja di luar negeri.
"Mereka sangat potensial untuk dibidik sebagai segmentasi kredit perbankan. Transfer mereka ke Indonesia lancar dan cukup besar," ujarnya di sela-sela pelaksanaan seminar Penelitian Preferensi dan Peluang Pembiayaan terhadap TKI di kantor BI Kediri, Selasa (11/12/2007).
Dia menjelaskan, selama ini banyak calon TKI yang mengalami kesulitan pembiayaan untuk mengurus keberangkatan ke luar negeri. Padahal mereka memiliki kemampuan dan motivasi besar untuk bekerja sebagai tenaga formal maupun informal. Hal inilah yang menjadi peluang bagi dunia perbankan untuk memberikan kredit lunak kepada TKI.
Menurut Marlinson, peluang ini belum tergarap secara optimal oleh dunia perbankan di Jawa Timur. Sudah seharusnya praktisi perbankan membantu para TKI dengan tetap mendapatkan keuntungan dengan memberikan kredit lunak.
Sebagai pertimbangan, dia mengusulkan pemberlakuan bunga subsidi sebesar 6 persen/tahun. Karena itu dia berharap dunia perbankan bisa bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan PJTKI untuk membahas teknis pemberian kredit tersebut.
Apalagi menurut hasil penelitian Prof Dr Mulyadi dari Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Unibraw menyebutkan jika prospek TKI di Indonesia sangat bagus.


