Sektor Riil
Nasib Alfa (2)
Kinerjanya Masih Lumayan
Rabu, 19 Desember 2007 - 12:04 wib
Berita Lainnya
-
Rabu, 27/08/2008 11:08
139 PDAM Dalam Kondisi Sekarat -
Rabu, 27/08/2008 08:08
Harga Baru LNG Tangguh Mulai 2010 -
Selasa, 26/08/2008 18:08
Ekspor Mineral Harus Diatur -
Selasa, 26/08/2008 18:08
Ketua DPR Sayangkan Naiknya Harga LPG -
Selasa, 26/08/2008 16:08
Royalti Batu Bara
Kemacetan Gara-Gara Pasal Peralihan -
Selasa, 26/08/2008 15:08
Tambahan Insentif Dorong Pertamina Sumbang PNBP -
Selasa, 26/08/2008 15:08
Pemerintah Beri Dana Pembangunan untuk Sumsel -
Selasa, 26/08/2008 15:08
BTN Yakin Kredit Tembus Rp13,5 T -
Selasa, 26/08/2008 14:08
Pemerintah Usung Pembangunan KTM -
Selasa, 26/08/2008 14:08
Belum ada Keberpihakan Parpol pada Demokratisasi Ekonomi
JAKARTA - Terlepas dari alasan pelepasan saham milik PT Alfa Retailindo ke anak perusahaan PT Sigmantara Alfindo, ditengarai langkah itu merupakan bagian dari upaya Djoko untuk lebih memusatkan perhatiannya dalam mengembangkan anak usaha Sigmantara yang lain, seperti Alfa Mart dan Alfa Midi, termasuk bisnis properti yang digeluti PT Perkasa.
Perusahaan yang terakhir ini merupakan pengelola Plaza Millenium di Medan (Sumut) dan Tanjung Karang (Lampung), serta pertokoan Lodan Center di Jakarta Utara.
Indikasinya adalah rencana penjualan sebagian besar saham Sigmantara (sebesar 55 persen) di PT Alfa Retailindo ke PT Ramayana Lestari Sentosa, belum lama ini. Jika rencana itu terlaksana, maka kepemilikan Djoko melalui Sigmantara di Alfa hanya tersisa 1,60 persen saja.
Sayangnya, niat itu tak terkabul. Ramayana tak jadi mengakuisisi Alfa. Beredar kabar, hal itu terjadi lantaran Ramayana tak bisa menerima sejumlah syarat yang diajukan Sigmantara pada sales dan purchase agreement penjualan Alfa Retailindo.
Salah satunya adalah klausul tidak diperbolehkannya Ramayana mengembangkan jaringan ritel berskala medium dan minimarket.
(Trust//rhs)
Perusahaan yang terakhir ini merupakan pengelola Plaza Millenium di Medan (Sumut) dan Tanjung Karang (Lampung), serta pertokoan Lodan Center di Jakarta Utara.
Indikasinya adalah rencana penjualan sebagian besar saham Sigmantara (sebesar 55 persen) di PT Alfa Retailindo ke PT Ramayana Lestari Sentosa, belum lama ini. Jika rencana itu terlaksana, maka kepemilikan Djoko melalui Sigmantara di Alfa hanya tersisa 1,60 persen saja.
Sayangnya, niat itu tak terkabul. Ramayana tak jadi mengakuisisi Alfa. Beredar kabar, hal itu terjadi lantaran Ramayana tak bisa menerima sejumlah syarat yang diajukan Sigmantara pada sales dan purchase agreement penjualan Alfa Retailindo.
Salah satunya adalah klausul tidak diperbolehkannya Ramayana mengembangkan jaringan ritel berskala medium dan minimarket.


