Finance


Bank Masih Hadapi Masalah Ekses Likuiditas

Senin, 21 Januari 2008 - 10:54 wib
text TEXT SIZE :  

JAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman D Hadad menyatakan, salah satu permasalahan industri perbankan nasional adalah ekses likuiditas.

Selain itu masih ada masalah lain dan untuk mengantisipasinya, bankir diminta untuk memperkuat tata kelola perusahaan baik (good corporate gorvenance/GCG) dan manajemen risiko.

Muliaman menuturkan, berdasarkan data BI, per November 2007 dana perbankan yang tersimpan dalam Setifikat Bank Indonesia (SBI) maupun Fasilitas Simpanan BI (Fasbi) sekitar Rp245,2 triliun.
Hal ini harus menjadi perhatian perbankan sehingga bisa lebih agresif dalam menyalurkan kredit. Selain itu peningkatan kredit konsumsi sebesar 21,9 persen menjadi Rp49,5 triliun. Namun, peningkatan ini disertai dengan (peningkatan) NPL 37,6 persen menjadi Rp2,6 triliun. Penyumbang terbesar NPL adalah kartu kredit sebesar Rp1,1 triliun dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar Rp700 miliar

"Kredit properti juga meningkat sebesar 31,9 persen  dan diikuti dengan NPL menjadi 25,4 persen. Namun, NPL gross turun dari 4,5 persen menjadi 4,4 persen. Ini yang harus diperhatikan kalangan perbankan. Manajemen risiko dan penerapan GCG harus dimaksimalkan," papar dia saat diskusi pemantapan ketahanan industri perbankan nasional di Kampus LPPI Kemang, Senin (21/1/2008).

Permasalahan lain adalah realisasi kredit infrastruktur yang minim dan Implementasi PP Nomor 33 Tahun 2006 tentang Restrukturisasi Kredit Bermasalah Bank BUMN belum terlaksana.

Untuk itu, pada tahun ini BI mengeluarkan beberapa arah kebijakan seperti pembentukan policy bank, perluasan kesempatan operasional ke arah universal bank, pengembangan BPR dan mendorong industri syariah. (Tomi Sujatmiko/Sindo/rhs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4