Sektor Riil


Harga Kedelai Mulai Surut, Tepung Merangkak

Jum'at, 8 Februari 2008 - 12:46 wib
text TEXT SIZE :  

BANTUL - Harga komoditi pembuatan tahu dan tempe, kedelai, di Kabupaten Bantul mengalami penurunan walaupun hanya dalam kisaran Rp100-200 per kilogramnya (Kg).

Sedangkan harga terigu berbagai merek di Kabupaten Bantul ini justru terus melambung. Bahkan mencapai Rp175-180 ribu kg untuk setiap karungnya dengan berat 40 kg.

Penurunan harga kedelai baik lokal maupun impor diakui Kepala Dinas Perindutrian, Perdagangan, dan Koperasi Pemkab Bantul Yahya.

Menurutnya, semula harga kedelai impor mencapai Rp7.800 per kg-nya. Namun saat ini turun menjadi Rp7.600 per kg. "Sedangkan harga kedelai lokal dari semula Rp7.600 per kg, saat ini turun menjadi Rp7.400 per per kg-nya," ujar Yahya, di kantor Pemkab Bantul, Yogyakarta, Jumat (8/2/2008).

Harga yang cenderung naik untuk harga kedelai ternyata tidak dibarengi dengan penurunan harga komoditas terigu. Harga terigu saat ini cenderung naik.

Semula harga terigu untuk setiap karung berat 40 kg dijual Rp165 ribu hingga Rp170 ribu. Maka saat ini harganya naik dalam kisaran Rp175 ribu per kg-nya hingga Rp180 ribu tergantung merek terigunya.

"Penurunan maupun kenaikan harga ini hanyalah bersiat psikologis semata sehingga harga tidak akan stabil secara terus menerus" tuturnya

Lebih lanjut Yahya menyatakan, adanya kenaikan harga khususnya terigu. Saat ini banyak perajin kue yang ada di Kabupaten Bantul mengurangi produksi atau melakukan efisiensi agar dapat bertahan sembari berharap bahan pokok terigu mengalami penurunan seperti sedia kala.

"Sejauh ini belum ada perajin kue di Bantul yang gulung tikar akibat kenaikan harga bahan pokok kue yaitu terigu, namun para perajin hanya melakukan efisiensi dan menaikkan harga kue" tandasnya. (Daru Waskita/Trijaya/rhs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4