Sektor Riil
Tingkatkan Produksi Kedelai, Bulog & Deptan Curi Start
Rabu, 20 Februari 2008 - 20:28 wib
Amir Tejo - Okezone
Berita Lainnya
-
Senin, 06/10/2008 12:10
Pasokan BBM Region III Lancar -
Senin, 06/10/2008 11:10
Stok BBM di Nganjuk & Lumajang Kosong -
Senin, 06/10/2008 11:10
Imbas Krisis Finansial Global
Gunakan Valas, Pertamina Perlu Penyesuaian -
Senin, 06/10/2008 11:10
Pertamina Yakin Target Konversi Elpiji Terpenuhi -
Minggu, 05/10/2008 20:10
2009-2010 Kondisi Kritis Ekonomi Indonesia -
Minggu, 05/10/2008 18:10
Pemerintah Batasi Impor Barang Konsumtif -
Minggu, 05/10/2008 12:10
Serba-Serbi Usaha
Rental Mobil Panen Pesanan -
Minggu, 05/10/2008 10:10
Industri Kecil Masih Butuh Gula Rafinasi -
Minggu, 05/10/2008 09:10
BP Migas: Tak Semua Produksi Minyak Automatis Berstatus Lifting -
Sabtu, 04/10/2008 09:10
Ekspor Mebel & Kerajinan Mulai Lemah

Kerja sama itu dilakoni agar kedua lembaga tersebut secara proaktif terlibat dalam peningkatan produksi kedelai dalam negeri. Kerja sama ini sebagai tindak lanjut atas krisis pasokan kedelai di dalam negeri yang terjadi akhir-akhir ini.
"Bentuk kerja samanya, Deptan sebagai chairman dan Bulog sebagai co-chairman. Jadi kita sama-sama menggenjot sektor produksi," kata Mustafa Abu Bakar Direktur Utama Bulog di Kantor Bulog Divisi Regional Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (20/2/2008).
Jika kerja sama ini sudah terwujud, maka Bulog nantinya akan menjamin pembelian, sesudah ada ketetapan harga pembelian pemerintah (HPP) kedelai. Bulog wajib membeli kedelai petani sekitar Rp5.500 per kilogram.
Bulog juga akan meminta kepada pemerintah untuk memproteksi komoditi kedelai. "Pemerintah juga harus mengenakan bea masuk untuk memprotek harga petani yang sudah ditemtukan pada HPP tersebut," kata Mustafa. (rhs)

