Finance
2008, UUS BPD Tingkatkan Kinerja
Minggu, 2 Maret 2008 - 16:59 wib
Berita Lainnya
-
Rabu, 27/08/2008 16:08
Gozco Cari Pinjaman Rp2 Triliun -
Rabu, 27/08/2008 16:08
IHSG Ditutup Berjaya 23 Poin -
Rabu, 27/08/2008 15:08
IBI Bisa Laksanakan Sertifikasi Manajemen Risiko -
Rabu, 27/08/2008 15:08
Laba Allianz Grup Tergerus Rp71 Miliar -
Rabu, 27/08/2008 15:08
Allianz Targetkan 100 Rb Nasabah Asuransi Mikro -
Rabu, 27/08/2008 15:08
BNI-KPK Sosialisasikan Tipikor -
Rabu, 27/08/2008 14:08
Pendapatan Premi Allianz Grup Capai Rp1,7 T -
Rabu, 27/08/2008 13:08
Kebijakan Eskalasi Proyek
Departemen PU Tak Mau Dibohongi Pengusaha -
Rabu, 27/08/2008 12:08
BEI Buka Kembali Saham UOB Buana -
Rabu, 27/08/2008 12:08
Harga Teoritis United Tractors Rp10.300
JAKARTA - Sejumlah kalangan Bank Pembangunan Daerah (BPD) menjadikan tahun 2008 sebagai tahun untuk berbenah dan meningkatkan kinerja. Selain itu digunakan untuk mengoptimalkan pengembangan industri syariah di daerah.
Direktur Utama Bank Nagari Suryadi Asmi menargetkan kinerja unit usaha syariah (UUS) nya bisa memberi kontribusi sebesar 5 persen terhadap pendapatan usaha konvensionalnya. Sebab, kegiatan syariah terkait dengan perdagangan maupun ekspor impor.
"Saya pikir di Sumatra Barat memiliki potensi untuk kegiatan ekspor-impor. Ini cukup besar untuk menyerap devisa," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (2/3/2008).
Dia menuturkan, perseroan akan melakukan penelitian maupun evaluasi terhadap potensi yang ada karena suku minang terkenal religius dan sangat perhatian dengan kelancaran roda usahanya. Selain itu rasional bisnisnya juga tinggi sehingga tidak bisa memastikan apakah ada pengaruhnya terhadap bisnis syariah yang baru berjalan selama setahun terakhir.
"Tapi yang jelas, sekarang ini Bank Nagari baru memiliki kantor cabang syariah dan akan dibuka lagi di cabang Payakumbuh dalam waktu dekat," tegasnya. (Tomi Sujatmiko/Sindo/mbs)
Direktur Utama Bank Nagari Suryadi Asmi menargetkan kinerja unit usaha syariah (UUS) nya bisa memberi kontribusi sebesar 5 persen terhadap pendapatan usaha konvensionalnya. Sebab, kegiatan syariah terkait dengan perdagangan maupun ekspor impor.
"Saya pikir di Sumatra Barat memiliki potensi untuk kegiatan ekspor-impor. Ini cukup besar untuk menyerap devisa," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (2/3/2008).
Dia menuturkan, perseroan akan melakukan penelitian maupun evaluasi terhadap potensi yang ada karena suku minang terkenal religius dan sangat perhatian dengan kelancaran roda usahanya. Selain itu rasional bisnisnya juga tinggi sehingga tidak bisa memastikan apakah ada pengaruhnya terhadap bisnis syariah yang baru berjalan selama setahun terakhir.
"Tapi yang jelas, sekarang ini Bank Nagari baru memiliki kantor cabang syariah dan akan dibuka lagi di cabang Payakumbuh dalam waktu dekat," tegasnya. (Tomi Sujatmiko/Sindo/mbs)


