Finance


Saham IPO BTPN Oversubscribe 3 Kali

Senin, 3 Maret 2008 - 14:38 wib
text TEXT SIZE :  
Share

JAKARTA - Saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga tiga kali lipat.

"Hingga kemarin oversubscribenya kira-kira mencapai 3 kali," kata Direktur PT CIMB-GK Securities Indonesia Risna Muhti, di sela acara penawaran saham BTPN, di Jakarta, Senin (3/3/2008).

Dia mengatakan, sebagian besar para investor yang berminat pada saham BTPN adalah para investor asing, sementara sisanya berasal dari investor lokal.

Dalam hasil roadshow penawaran saham ini ke luar negeri, sejumlah investor asing yang berminat diantaranya berasal dari Singapura, Hong Kong, dan Amerika Serikat.

"Dilihat dari animonya kita perkirakan lebih dari 50 persen akan dimiliki oleh asing," ujar Risna.

Masa penawaran saham BTPN berlangsung selama tiga hari mulai pada 3-5 Maret dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan akan dilakukan pada 12 Maret 2008. Bertindak sebagai penjamin emisi adalah CIMB-GK securities Indonesia dan BNI Securities.

Risna mengatakan, dalam penawaran saham BTPN ini para investor diwajibkan memiliki subaccount terlebih dahulu sehingga terdaftar dalam rekening efek di bursa. Mekanisme ini dimaksudkan untuk menghindari para joki atau spekulan.

"Dengan demikian tidak memungkinkan adanya joki-joki pemesan saham, sehingga kita dapat mengetahui porsi investor riil yang membeli saham. Kalau dengan mekanisme yang biasanya, kita tidak bisa mengetahui porsi investor yang sebenarnya," katanya.

Direktur Utama BTPN Paulus Wiranata belum lama ini mengatakan, penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) BTPN telah mendapatkan pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dengan no surat No.S-1253/BL/2008, tertanggal 29 Februari 2008.

Dia mengatakan, saham BPTN dilepas sebanyak 267,960 juta lembar saham atau 28,39 persen dengan harga Rp2.850 per lembar. Penetapan harga ini jelas dia, juga telah memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan selaku wakil pemerintah sebagai salah satu pemegang saham BTPN.

Nantinya, seluruh dana IPO ini akan diserahkan kepada pemerintah Indonesia saham yang dilepas ke publik merupakan milik PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

Pada 2008 perseroan akan meningkatkan pertumbuhan kredit pensiun dengan meluncurkan produk terbaru, meningkatkan layanan sistem online dan distribusi jaringan. Selain itu, perseroan juga akan memfokuskan pembiayaan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKMK) serta ekspansi ke unit bisnis syariah.

Sumber pembiayaan ekspansi tersebut kata Paulus, akan menggunakan dana internal perseroan dan dana pihak ketiga (DPK).
"Per September 2007, modal BTPN mencapai Rp1,135 triliun dan penghimpunan DKP meningkat 49,4 persen dibandingkan Desember 2006," katanya.

Mengenai kinerja keuangan, laba sebelum pajak sebelum diaudit (unaudited) pada 2007 mencapai Rp520 miliar dengan laba bersih (unaudited) sebesar Rp350 miliar. Sementara total aset perseroan (unaudited) pada 2007 mencapai Rp10,55 triliun atau meningkat dibandingkan Desember 2006 sebesar Rp9,34 triliun.

Sementara penyaluran kredit bermasalah (non performing loan/NPL) perseroan dibawah dua persen dan loan deposit to ratio (LDR) dibawah 90 persen. Adapun pada 2008, perseroan menargetkan pertumbuhan sebesar delapan. "Itupun dengan asumsi BI rate turun," kata Paulus. (Whisnu Bagus /Sindo/rhs)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2

Berita Lain

o3 o4