JAKARTA - Dalam rangka menggenjot pendapatan dari jasa pembayaran (fee based income/FBI) PT Bank Niaga Tbk menggandeng PT Graha Layar Prima yang mengusung Blitz Megaplex untuk pembayaran isi ulang Blitz Card. Layanan ini, melalui fasilitas Electronic Delivery Channel Bank Niaga.
"Tren penggunaan prepaid card saat ini meningkat cukup pesat. Niaga e-Banking sebagai fasilitas one stop service dapat digunakan oleh pelanggan Blitz dalam pengisian Blitz Card," kata Head of IT & System Bank Niaga Paul S Hasjin, di sela peluncuran di Blitz Megaplex Grand Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (3/3/2008).
Untuk e-banking, kata Hasjin, Bank Niaga tidak menargetkan pendapatan secara spesifik. Namun perseroan melihat dari sisi fee base income untuk tahun 2008 bisa naik 20 persen, dari Rp9,7 miliar pada taun 2007, di mana, 1,4 persennya berasal dari e-banking.
Dari fee base income, perseroan hanya mengambil Rp3-5 ribu per transaksi penggunaan Blitz Card.
Jumlah transaksi e-banking Bank Niaga saat ini telah mencapai 3,6 juta transaksi per bulan. 78 persen transaksi masih didominasi oleh ATM dan call center, dan untuk internet banking, hanya sebanyak 180 ribu transaksi per bulan.
"Padahal, nasabah internet banking Bank Niaga saat ini mencapai 50 ribu nasabah," ungkapnya.
(rhs)