FRANKFURT - Bank Sentral Eropa memutuskan untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunganya di posisi empat persen.
Presiden European Central Bank (ECB) Jean-Claude Trichet menyatakan tidak akan terburu-buru untuk memotong tingkat suku bunga. Kebijakan itu menyusul pertumbuhan ekonomi yang melambat dan inflasi yang tinggi.
"Kami mengharapkan dengan tetap mempertahankan stabilitas harga itu menjadi tujuan utama kita, di mana hal ini sudah menjadi tugas kita," ujar Presiden ECB seperti dari AFP, Jumat (7/3/2008).
ECB mengumumkan, setelah Bank Sentral Inggris menyatakan tingkat suku bunganya yang stabil pada kisaran 5,25 persen.
Keputusan ECB juga didasari setelah mata uang euro menguat terhadap dolar Amerika Serikan.
ECB juga memprediksikan untuk pertumbuhan GDP Eropa akan berada pada kisaran 15 persen. Jumlah itu menunjukan adanya pertumbuhan ekonomi yang hanya 1,7 persen, lebih rendah dari perkiraan awal sebelumnya pada kisaran 2 persen.
Pada 2009, ECB memproyeksikan akan memotong laju ekonominya sekira 1,8 persen dari yang semula hanya memangkas 2,1 persen.
Sementara pada 2008 ini, inflasi diprediksikan akan meningkat dari 2,9 persen menjadi 2,5 persen. Jumlah itu lebih tinggi dari yang sudah diprediksikan dan berpengaruh pada kenaikan harga komoditas.
"Informasi terakhir yang dihimpun bahwa adanya program jangka pendek yang kuat menekan lajunya inflasi," tambahnya. Namun Trichet bersikeras bahwa fundamental ekonomi zona Eropa secara berkala akan menampakkan pertumbuhannya.
(rhs)