MADIUN - Puluhan pengusaha tahu di Kota Madiun, Jawa Timur, gulung tikar akibat tidak mampu lagi membeli harga bahan baku kedelai yang melambung tinggi. Dikhawatirkan puluhan pengusaha tahu lainnya akan mengalami nasib yang sama jika harga kedelai tidak beranjak turun.
Di Kelurahan Banjarejo, Kec Taman, Kota Madiun misalnya dari 12 pengusaha tahu yang ada di sana saat ini tinggal 3 pengusaha tahu yang kuat bertahan. Sedangkan, 9 pengusaha tahu lainnya telah gulung tikar.
Menurut Sumaji (42), pengusaha tahu di Kelurahan Banjarejo, naiknya harga kedelai yang tidak normal membuat para pengusaha tahu kelimpungan dan dalam kondisi yang sangat sulit. Sebab, antara ongkos produksi dengan keuntungan yang didapat tidak sebanding. "Usaha tahu banyak yang sudah tutup, sedangkan yang bertahan saat ini kondisinya juga sangat sulit," ujarnya, Minggu (9/3/2008).
Dia mengatakan, harga kedelai saat ini berkisar Rp7.400/kilogram. Sedangkan, harga kedelai lokal mencapai Rp8.000/kilogram. Namun, kata dia, harga itu diperkirakan akan terus naik jika pasokan di pasaran terbatas.
Menurut Harmadi (38), pengusaha tahu lainnya, mengatakan, para pengusaha tahu berharap kepada pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi keadaan ini. "Kita berharap harga kedelai bisa kembali normal sekira Rp 6.500/kilogram," ujarnya.
Selain itu, mereka juga berharap pemerintah memberikan kredit lunak kepada para pengusaha tahu agar lebih berkembang. Bantuan modal itu sangat diperlukan bagi para pengusaha tahu dalam situasi sulit seperti sekarang.
(Muhammad Roqib/Sindo/mbs)
Sektor Riil
Puluhan Pengusaha Tahu Gulung Tikar
Minggu, 9 Maret 2008 - 19:34 wib
Berita Lain
-
Rabu, 15/10/2008 14:10
Pertamina Ingin Tambah Kepemilikan di West Madura -
Rabu, 15/10/2008 13:10
Harga ICP Tak Turun, BBM Ikut-Ikutan -
Rabu, 15/10/2008 12:10
Harga Jual Turun Drastis
Petani Kopi, Sawit, & Kakao di Lampung Menjerit -
Rabu, 15/10/2008 11:10
GKBI Protes Peredaran Batik China -
Rabu, 15/10/2008 11:10
Korea Desak Perpanjangan Kontrak LNG RI -
Rabu, 15/10/2008 10:10
Proyek Pembangkit Listrik Berpotensi Diambil Asing -
Selasa, 14/10/2008 14:10
Krisis Ekonomi Global
Apersi: Sektor Properti Masih Aman -
Selasa, 14/10/2008 12:10
Imbas Krisis Global
Program untuk Daerah Tertinggal Dikhawatirkan Terhambat -
Selasa, 14/10/2008 10:10
Pelaku Usaha Optimistis Hadapi Krisis -
Senin, 13/10/2008 20:10
Ekspor Perikanan Oktober-Desember Tak Menentu