JAKARTA - Pemerintah akan mengusahakan harga gas Tangguh yang dialihkan (divert) dari perusahaan Amerika Sempra lebih baik dari harga sebelumnya.
Ketua Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) Kardaya Warnika pihaknya akan mengusahakan agar nilai jual gas dari lapangan yang terletak di teluk Bintuni tersebut minimal USD8 per MMBTU.
"Kita akan usahakan minimal segitu, kalau bisa lebih," ujar dia dalam temu wicara dengan wartawan di Gedung Patrajasa, Jalan Gatot Soebroto, Jumat (14/3/2008) sore.
Kardaya menambahkan, jika harganya ditawarkan lebih rendah tidak mungkin BP Migas akan melakukan divert.
Seperti diketahui, PTT Thailand menyatakan ketertarikannya untuk mengambil alih pasokan gas dari Tangguh yang akan dialirkan ke Perusahaan Minyak milik Amerika Serikat, Sempra. Selain Thailand, Jepang juga menyatakan berminat untuk mengambil alih gas tersebut.
Kontrak LNG Tangguh ke Sempra, AS memberi fleksibilitas untuk melakukan pengalihan ke pembeli lain dengan volume hingga 1,85 juta metrik ton.
Angka ini mencapai 50 persen dari volume kontrak per tahun untuk pasar Asia. Pengalihan akan dilakukan, jika ada yang memberikan harga lebih tinggi. Proyek LNG Tangguh di Papua merupakan mega proyek yang diperkirakan menelan biaya sebesar USD5-6 miliar.
(Ferial Thalib /Sindo/rhs)