JAKARTA - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 98,5 persen selama tahun buku 2007. Laba bersih BTEL, kode perdagangan emiten ini, meningkat dari Rp72,68 miliar pada tahun 2006 menjadi Rp144,27 miliar di tahun 2007.
Kenaikan ini disokong oleh pendapatan bersih perseroan. Pendapatan usaha bersih BTEL meningkat sebesar 112,2 persen dari Rp607,07 miliar di tahun 2006 menjadi Rp1,29 triliun di tahun 2007.
Sementara itu, pada sisi pendapatan kotor terlihat bahwa perseroan berhasil mencetak pendapatan kotor senilai Rp1,67 triliun dari sebelumnya di tahun 2006 senilai Rp919,88 miliar.
"Dengan peningkatan ini berarti operator telekomunikasi CDMA ini berhasil meningkatkan pendapatan kotornya di tahun 2007 sebesar 81,8 persen," kata Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk Anindya Bakrie, dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, Senin (17/3/2008).
Sedangkan EBITDA (Earnings Before Interest, Tax, Depreciation & Amortization) juga melonjak sebesar 87,1 persen dari Rp291,52 miliar di tahun 2006 pada menjadi Rp545,35 miliar di tahun 2007.
"Beberapa indikator keberhasilan kinerja keuangan tersebut terutama didorong oleh lonjakan pertumbuhan jumlah pelanggan dan ekspansi perusahaan ke beberapa kota baru setelah mendapatkan lisensi nasional pada akhir tahun 2006 lalu," imbuhnya.
Secara keseluruhan total jumlah pelanggan BTEL di tahun 2007 tercatat sebesar 3,82 juta, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 1,55 juta pelanggan atau mengalami pertumbuhan sebesar 146,9 persen. Peningkatan tajam ini terutama diperoleh operator CDMA ini dari keberhasilan penjualan paket bundling handphone Esia yang secara fenomenal mendapatkan sambutan sangat positif dari masyarakat sejak diluncurkannya pada bulan September 2007.
"Selain itu jangkauan wilayah layanannya juga bertambah luas. Pada tahun 2007 lalu BTEL berhasil mengembangkan jaringan layanan ke 17 kota nasional sesuai target yang ditetapkan semula sehingga total daerah yang dilayani operator Esia dan Wifone ini bertambah menjadi 34 kota nasional," ujarnya.
Ketatnya persaingan membuat BTEL harus melakukan efisiensi. Langkah efisiensi meliputi upaya untuk mengajak mitra vendor telekomunikasi untuk bersama BTEL turut membangun dan mengembangkan jaringan di kota-kota baru pada tahun 2008 ini.
Selain itu perusahaan juga akan memaksimalkan penggunaan menara bersama dalam pengembangan jaringan tersebut. Penggunaan menara bersama akan mengefisienkan penggunaan belanja modal tanpa mengurangi percepatan ekspansi perusahaan di kota-kota baru. 60 persen dari BTS (base tranceiver station) perusahaan di tahun 2007 lalu sudah menggunakan konsep menara bersama ini. Selanjutnya BTEL mentargetkan 80 persen dari keseluruhan BTS perusahaan di tahun 2008 akan menggunakan konsep tersebut.
Dijelaskannya lebih lanjut, dengan mengacu pada tingkat pertumbuhan saat ini, perseroan merasa perlu untuk melakukan percepatan investasi guna memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan kapasitas agar dapat melayani pelanggan dengan lebih banyak dan lebih baik. BTEL menargetkan pelanggan sebesar 14 juta pelanggan pada tahun 2010 mendatang, di mana 7 juta di antaranya ditargetkan dicapai di akhir tahun 2008.
Nilai investasi berupa belanja modal (capex) untuk tahun 2008 dianggarkan sebesar USD232 juta. Secara keseluruhan hingga tahun 2010, BTEL menganggarkan dana USD600 juta yang akan didanai dari penerbitan rights issue sebesar Rp3 triliun dan selebihnya dari vendor financing serta dana kas internal perusahaan.
(mbs)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad