JOMBANG - Tingginya harga minyak goreng (migor) bakalan berkepanjangan. Menteri Perdagangan (Mendag), Mari Elka Pangestu sendiri pesimistis jika subsidi migor yang diberikan kepada masyarakat miskin (maskin) akan menurunkan harga migor di pasaran.
Pesimisme Mendag ini lantaran dia masih melihat tingginya harga crude palm oil internasional. Sehingga, kendati pemerintah melakukan langkah dengan memberikan subsidi pembelian migor sebesar Rp2.500 per liter kepada masyarakat maskin, hal ini tak akan berpengaruh pada harga migor di pasaran yang masih melambung itu.
''Karena harga minyak dunia masih tinggi,'' kata Mari Elka Pangestu saat meresmikan sistem resi gudang Jawa Timur di Desa Tebel Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang, Selasa (25/3/2008).
Dia hanya menargetkan, subsidi pembelian migor kepada masyarakat miskin ini mampu meringankan beban masyarakat yang terkena imbas tingginya harga migor akhir-akhir ini. Itupun menurut dia, pemerintah membatasi dengan memberikan subsidi tersebut selama enam bulan ke depan.
''Setiap kepala Keluarga (KK) per bulan mendapatkan subsidi Rp5.000 untuk dua liter minyak goreng. Tergantung harga migor di daerah masing-masing berapa, kita hanya menyubsidi sebesar itu per bulan,'' terangnya.
Lebih jauh dikatakan dia, program subsidi migor ini sebelumnya telah diberlakukan di beberapa provinsi, di antaranya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sumatra Barat, dan Jawa Timur. ''Untuk pertama kali di Jatim, kita lakukan di Jombang ini,'' terangnya.
(Tritus Julan/Sindo/mbs)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad