Fiskal & Moneter
Anwar Nasution:
Dana Perimbangan Banyak yang Menyimpang
Kamis, 27 Maret 2008 - 12:27 wib
Nuria - Okezone
Berita Lainnya
-
Rabu, 20/08/2008 13:08
Boediono Harus Bangun Kembali Kepercayaan BI -
Rabu, 20/08/2008 11:08
Fraksi PDIP Sesalkan Politik Anggaran 5 Tahun Terakhir -
Selasa, 19/08/2008 20:08
Sukuk, Alternatif Pendanaan Selain Dolar -
Selasa, 19/08/2008 20:08
Animo Investor Terhadap SBSN Cukup Tinggi -
Selasa, 19/08/2008 18:08
Pinjaman Dalam Negeri Kurangi Bubble Ekonomi -
Selasa, 19/08/2008 18:08
Pemerintah Kucurkan Rp1 T untuk GF -
Selasa, 19/08/2008 15:08
Kasus Aliran Dana BI
Depkeu Bantah PMK 77/2008 Sebagai Tameng -
Selasa, 19/08/2008 15:08
United Tractors Road Show ke Hong Kong -
Selasa, 19/08/2008 14:08
RAPBN 2009 Digerogoti Krisis Listrik -
Selasa, 19/08/2008 13:08
Rapat RAPBN Kupas 3 Hal

"Banyak sekali (Dana perimbangan yang tidak tepat guna). Maka itu, saya katakan sinkronisasi dan koordinasi antara pusat dan daerah tidak baik," tegas Ketua BPK Anwar Nasution, di sela acara pengangkatan jabatan auditor, di Gedung BPK, Jakarta, Kamis (27/3/2008).
Ketidaktepatan penggunaan dana perimbangan ini disebabkan tujuh hingga delapan kelemahan pengelolaan keuangan daerah. "Saya sudah berulang-ulang menyatakan itu," tegas Anwar.
Antara lain, lanjut dia, pemerintah pusat telah memberikan hak otonomi ke tingkat daerah. Kalau di negara lain hak otonomi diberikan pada negara bagian atau provinsi, salah satunya seperti di Malaysia. Sedangkan di Indonesia langsung diberikan kepada kabupaten/kota.
"Padahal, kemampuan mereka mau diapakan uang yang besar ini, masih perlu ditingkatkan," jelasnya.
Untuk meminimalisir penyalahgunaan, bukan hanya pengawasannya saja. Tetapi kemampuan pengelolaan uangnya yang perlu ditingkatkan. "Kemampuan mengelola uang di daerah itu belum ada," pungkas Anwar. (rhs)


