LONDON - Tingkat keyakinan konsumen di Inggris merosot tajam ke level terendah dalam 15 tahun terakhir akibat proyeksi ekonomi yang semakin buruk.
Lembaga survei Gfk NOP mengungkapkan, indeks keyakinan konsumen pada Maret turun ke level -19, terendah sejak Februari 1993 dari level bulan sebelumnya -17. Hasil survei yang dilakukan pada pekan kedua Maret itu memperburuk rekor PM Gordon Brown yang sebelumnya bersikeras bahwa ekonomi Inggris berada dalam kondisi meyakinkan dari terpaan krisis kredit global.
Survei itu juga menyatakan, pemotongan suku bunga akhir-akhir ini gagal memompa keyakinan konsumen. Indeks lain dalam survei itu juga menunjukkan hasil negatif, seperti indeks situasi ekonomi secara keseluruhan turun menjadi -43, terendah sejak April 1993,dan indeks ekspektasi turun menjadi -32-terendah sejak Oktober 1992.
"Dengan berita-berita terakhir mengenai kemungkin-an resesi di Amerika Serikat (AS), kekhawatiran resesi di Inggris, dan fluktuasi pasar modal, kepercayaan konsumen terus memburuk," kata Rachael Joy, peneliti di lembaga itu.
Sementara itu, Menteri Keuangan Inggris Alistair Darling menjelaskan rencana yang akan memberikan kekuasaan kepada lembaga pengawas keuangan untuk melindungi individu pembongkar pelanggaran (whistleblower).
Proposal Darling tersebut muncul hanya berselang beberapa hari setelah Halifax Bank of Scotland dipaksa membantah isu di pasar bahwa mereka menghadapi masalah likuiditas setelah jatuhnya nilai saham mereka 17% pada satu hari perdagangan. The Financial Services Authority (FSA) yang menginvestigasi kasus-kasus serupa mengatakan, rumor yang beredar di pasar tentang lembagalembaga keuangan Inggris sering kali "tidak berdasar".
"Saya tidak ingin kita terjebak dalam situasi di mana banyak orang memanipulasi pasar untuk kepentingan pribadi hingga berpotensi menciptakan instabilitas di pasar," kata Darling.
Para petugas FSA akan diberikan "status penuntut khusus"yang berhak memberi perlindungan bagi mereka yang memberikan bukti adanya manipulasi pasar.
Sementara bursa saham AS melemah karena laporan pemerintah menyatakan ekonomi AS tumbuh moderat pada kuartal keempat tahun lalu dan laba Oracle mengecewakan investor. Sentimen tertekuk lagi oleh pernyataan ketua The Federal Reserve Bank of Atlanta, Dennis Lockhart, yang mengatakan kinerja ekonomi saat ini tidak serupa dengan periode lalu dan menandakan berada di tepi sebuah resesi.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 120,40 poin atau 0,97 persen pada 12.302,46. Saham-saham teknologi mengalami penurunan besar menyusul laba Oracle terbaru mengecewakan investor.
Meski kembali mundur,beberapa analis menunjukkan kepercayaannya bahwa penurunan tajam pasar saham baru- baru ini dapat surut.
"Sistem keuangan kami telah melewati ujian serius dan waktunya untuk memperbaiki kepercayaan," kata Al Goldman, kepala analis pasar AG Edwards. Sementara laporan ekonomi terbaru, survei produk domestik bruto (PDB) AS terus mencatat kondisi menurun.
Namun,beberapa ekonom yakin penurunan sektor perumahan yang sedang berjalan menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Sejumlah pengamat ekonomi percaya bahwa ekonomi telah jatuh ke dalam sebuah resesi sejak akhir 2007.
(Rahma Regina/Sindo/rhs)