o1 o2

Economy - Finance


Fitch: Peringkat PGN Menjadi 'BB-'

Rabu, 2 April 2008 - 15:04 wib
text TEXT SIZE :  

JAKARTA - Fitch Ratings menegaskan peringkat obligasi, mata uang asing, dan mata uang lokal (Issuer Default ratings - IDRs) untuk jangka panjang,PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), menjadi "BB-" (BB minus) dengan stable outlook.

"Obligasi PGN Euro Finance 2003 Limited senilai USD125 juta yang jatuh tempo pada 2014 dan USD150 juta yang jatuh tempo pada 2013, peringkatnya ditegaskan menjadi 'BB-' (BB minus)," kata Media Relations Fitch Ratings Shivani Sundralingam, dalam pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (2/4/2008).

Pada saat yang sama, jelas Shivani, Fitch juga merevisi prospek (outlook) peringkat IDRs dan nasional jangka panjang dari stabil ke positif.

Revisi prospek tersebut tercermin ekspektasi selesainya jaringan pipa Sumatera Selatan - Jawa Barat (SSWJ) sehingga dapat meningkatnya volume distribusi gas. "Hal ini akan berdampak positif pada tingkat pendapatan dan rasio utang," katanya.

PGN ungkap dia, memperkirakan tahap terakhir proyek SSWJ akan selesai pada Oktober 2008. Pada saat penyelesaian, total kapasitas jaringan pipa SSWJ akan meningkat menjadi 970 million standard cubit feet per day (mmscfd). "Ini secara signifikan akan mendorong kapasitas terpasang distribusi gas PGN," kata dia.

Menurut Shivani, peringkat-peringkat PGN didukung dengan kekuatan bisnis perseroan di sektor distribusi dan transmisi gas di Indonesia, dengan meraih pangsa pangsa pasar masing-masing sekitar 93 persen dan 85 persen. Untuk distribusi, PGN membeli gas berdasarkan kontrak jangka panjang dengan harga tetap dalam dolar Amerika (USD) dan menjual ke berbagai industri dan konsumer komersil.

Fitch berpendapat permintaan gas pada tahun mendatang tetap meningkat khususnya dari sektor industri manufaktur. Pasalnya, harga gas jauh lebih murah dibandingkan harga minyak mentah.

"Harga jual gas PGN ke konsumen industri lebih murah 57 persen dan 77 persen dibandingkan harga minyak diesel subsidi dan non subsidi," katanya.

Walaupun PGN memiliki perjanjian suplai jual beli jangka panjang dengan operator hulu, namun kata Shivani, Fitch menilai kemampuan suplai gas di tengah meningkatnya permintaan gas di masa mendatang merupakan tantangan terbesar bagi PGN.

Peringkat-peringkat tersebut juga dibatasi oleh rencana ekspansi PGN senilai USD268 juta di 2008 dimana sekitar 60 persen dari rencana ekspansi tersebut dialokasikan untuk ekspansi jaringan transmisi, sedangkan sisanya digunakan untuk ekspansi jaringan distribusi.

Namun Fitch memperkirakan tingkat utang akan membaik dan turun ke kisaran 2,0- 2,2 kali di 2008 seiring selesainya jaringan pipa SSWJ pada Oktober 2008.

Ivan Sumampouw dari Fitch Ratings Indonesia menambahkan, ke depan peringkat PGN juga berpotensi naik jika perseroan mampu mempertahankan rasio utang bersih terhadap EBITDA di bawah kisaran 2,0 kali pada 2008 dan 2009.

Selain itu, penyelesaian jaringan pipa SSWJ yang tepat waktu tanpa peningkatan biaya yang signifikan juga dapat menaikkan peringkat.

Sebaliknya, jika tingkat ratio utang bersih terhadap EBITDA tetap pada kisaran di atas 2,5 kali di 2008 dan 2009, dan adanya keterlambatan penyelesaian proyek SSWJ disertai dengan peningkatan biaya di luar rencana, akan mengakibatkan penurunan revisi prospek.(Whisnu Bagus /Sindo/rhs)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4