SURABAYA - Rencana disahkannya RUU Pelayaran dinilai pengamat maritim akan menurunkan pendapatan PT Pelindo. Ini karena jika ada badan penyelenggara atau otoritas pelabuhan yang seperti yang dirancang dalam RUU, maka efeknya adalah hak istimewa Pelindo khususnya dalam pengelolaan fasilitas perairan, kolam pelabuhan, dan pemanduan akan diserahkan kepada badan itu.
Konsekuensinya bagi Pelindo, pendapatan dari aset-aset tak bergerak ini termasuk pendapatan lambat labuh, sewa lahan sekitar pelabuhan khususnya bagi para pemilik galangan kapal dan terminal khusus, gudang dan bangunan yang disewakan serta pendapatan non-operasional di luar penanganan kargo dan kapal akan hilang.
"Dalam pengamatan saya, kira-kira pendapatan non-operasional ini sangat besar rata-rata sekira 25-30 persen, tergantung dari pelabuhannya. Sementara pendapatan operasional ini saya bisa klasifikasikan atas dua yaitu pendapatan langsung dan pendapatan tidak langsung," ujar Saut Gurning, pengamat maritim dari Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya saat dihubungi, Selasa (8/4/2008).
Pendapatan langsung didapat dari jasa yang disediakan dan dikerjakan sendiri oleh Pelindo. Pendapatan ini biasanya diperoleh dari jasa layanan kapal dan kargo untuk dalam negeri.
Sementara pendapatan tidak langsung adalah penerimaan dari anak perusahaan, atau usaha patungan yang selama ini dilakukan bersama-sama oleh investor asing dan nasional seperti JICT, TPS (Surabaya), MTI, TPK Koja, BJTI, dan Terminal Petikemas Makassar.
"Nah, pendapatan tidak langsung ini saya perkirakan ini yang paling besar yaitu sekira 50-60 persen. Sementara sisanya 10-15 persen itu didapat dari pendapatan langsung itu," urai Saut.
Jadi, lanjut dia, jika skenario RUU terjadi, maka pendapatan non-operasional akan hilang dan teralihkan ke badan yang baru, dan pendapatan operasional tidak langsung akan terkurangi karena ada fee atau biaya konsesi yang harus dibayarkan kepada badan baru tersebut.
Sementara pendapatan operasional langsung pun akan menghadapai risiko baru yaitu pemain baru yang mungkin angka itu akan berubah di waktu ke depan. "Jadi mungkin minimal 50 persen pendapatan Pelindo akan tereliminasi ke badan baru tersebut," tandas Saut.
(mbs)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad