ekonomi global


G7 Siapkan Manajemen Krisis Global

Jum'at, 11 April 2008 - 10:12 wib
text TEXT SIZE :  

WASHINGTON - Negara G7 membentuk tim manajemen internasional untuk merespons krisis keuangan global. Tim ini akan berhubungan dengan bank-bank besar.

Tim ini juga diharapkan menciptakan manajemen yang lebih baik dan menyingkap informasi di pasar keuangan serta mengelola risiko finansial global.

Menteri keuangan dari negara G7 juga mengundang para pimpinan bank untuk mendiskusikan krisis pasar global. Krisis ini bisa menyebabkan kerugian USD1 triliun dan menurunkan nilai aset terakumulasi karena euforia investor. Langkah tersebut bertujuan memperbaiki perilaku bank dan pengawasan terhadap pasar keuangan.

Tindakan siaga tersebut merupakan rekomendasi dari Forum Stabilitas Keuangan (FSF), salah satu badan di G7 yang dibentuk sebagai respons krisis keuangan Asia pada akhir 1990-an. Salah satu usulan FSF adalah pembentukan tim pengawas hingga tahuniniuntukmengawasibank.

"Saya harap rekomendasi FSF menghasilkan solusi yang akan diadopsi para menteri dan bankir," ujar Menteri Keuangan Kanada Jim Flaherty.

Wakil dari G7 (AS, Jepang, Jerman, Prancis, Inggris, Italia, dan Kanada) sepakat menghentikan sistem dominasi perekonomian publik untuk menyelamatkan kredit macet di sektor perumahan AS. Hal ini ditekankan pejabat Departemen Keuangan AS untuk urusan internasional, DavidMcCormick.

Sementara itu, pemerintah Jerman telah memberikan perintah kepada bank kecil untuk tutup.Bank-bank tersebut diperkirakan menjadi penyebab kredit macet. Krisis yang dimulai Agustus lalu di Jerman menjadi fenomena bola salju. Krisis ini sejatinya disebabkan krisis pada sektor perumahan AS dan semakin lama semakin membesar.

McCormick mengatakan, jika rencana ini dijalankan, G7 harus membuat risikonya seminimal mungkin. Di dalam proposalnya FSF juga memanggil para pengawas untuk mengembangkan panduan dalam perencanaan bank untuk persediaan likuiditas. (Rahma Regina/Sindo/rhs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4