Bursa Kerja (Foto: Ist)
JAKARTA - Berwirausaha bukan sekedar keterampilan yang perlu dipelajari. Namun perlu dibentuk dan dikembangkan sebagai karakter dan kultur bangsa Indonesia bahkan sejak usia muda.
Hal tersebut disampaikan Deputi Menteri Pemuda dan Olahraga bidang Kewirausahaan Pemuda Sudrajat Rasyid dalam sambutan pengumuman pemenang Shell LiveWire BSA untuk pengusaha kecil dan menengah usia muda, di Hotel Ritz Carlton, Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (11/4/2008) malam.
"Saat ini jumlah lapangan kerja sangat terbatas dan diperlukan lapangan kerja baru untuk menyerap angkatan kerja yang setiap tahun terus bertambah," jabarnya.
Sudrajat menambahkan, setiap satu persen dari pertumbuhan ekonomi Indonesia, hanya mampu menyerap 300 ribu tenaga kerja. Angka ini masih sangat jauh untuk memenuhi kebutuhan lapangan kerja karena setiap tahun setidaknya terdapat 2,5 juta angkatan kerja baru.
Membentuk jiwa usaha sejak usia muda, menurut Rasyid, merupakan langkah kongkret yang harus didukung. "Ini karena banyak paradigma yang berkembang bahwa usia muda lebih cocok untuk bekerja sebagai karyawan," tuturnya.
Selain itu, dibutuhkan peran serta kolektif berbagai pihak, seperti pemerintah, swasta, dan kalangan akademisi untuk memfasilitasi jiwa wirausaha yang saat ini belum terakomodir karena minimya pengetahuan dan permodalan.
Di kesempatan yang sama, Direktur UKM Center Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Nining I Susilo mengatakan, saat ini kecenderungan kalangan mahasiswa untuk berwirausaha setelah lulus menunjukkan peningkatan.
"Yang lebih membanggakan mereka terjun ke dunia usaha tanpa meninggalkan dasar keilmuwan yang sudah dipelajari di bangku kuliah," tuturnya.
(rhs)