JAKARTA - Pemerintah melalui Perum Bulog akan melakukan pengetatan tingkat kehilangan (loses) produksi beras pascapanen petani. Pasalnya, tingkat kehilangan produksi beras di Indonesia bisa mencapai 16,5 persen.
"Kami diperintah oleh Wapres untuk menjaga masa pascapanen petani. Di antaranya menjaga tingkat kehilangan produksi," kata Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar usai bertermu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung Departemen Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (15/4/2008).
Mustafa mengatakan, untuk mengatasi loses petani, Bulog akan mempercepat penampungan dan pengolahan beras pascapanen. "Karena dari loses saja, kalau bisa mengurangi lima persen, dari 16,5 ke 11,5 persen, kita bisa mendapatkan 1,65 juta ton tambahan beras tanpa menambah produktivitas dan areal tanam," ungkapnya.
Angka ini, lanjutnya setara dengan impor beras tahun lalu, yakni antara 1,2-1,3 juta ton.
Selain itu, untuk mengamankan stok pangan 2008, Bulog juga akan melakukan menambah produksi bahan makanan, terutama beras melalui penggunaan varietas unggul dan penambahan lahan. Sekadar diketahui, saat ini Bulog mencatat stok beras nasional sebanyak 1,3-1,4 juta ton. Stok ini mencukupi empat hingga lima bulan konsumsi nasional.
(hsp)