JAKARTA - Rapat umum pemegang saham luar bisa (RUPSLB) PT Adam SkyConnections Airlines (AdamAir) deadlock. Pasalnya kedua pemegang saham, Keluarga Suherman maupun PT Bhakti Investama Tbk, tidak sepakat dengan kelanjutan bisnis AdamAir.
Bhakti Investama masuk melalui dua anak usahanya, PT Global Transport Services (GTS) dan PT Bright Star Perkasa (BSP), yang masing-masing memiliki 19 dan 31 persen saham AdamAir, dengan menggelontorkan dana segar Rp157,5 miliar ke AdamAir.
Keluarga Suherman, selaku pemegang 50 persen saham AdamAir mengusulkan untuk menambah modal supaya maskapai tersebut bisa dioperasikan kembali. Namun, usulan itu ditolak pihak Bhakti.
"Kami minta laporan keuangan atas investasi awal kami sebesar Rp157 miliar saja mereka tidak bisa jawab. Jadi tidak mungkin kami mengiyakan putusan itu," kata Direktur Keuangan AdamAir dan juga Direktur PT GTS Gustiono Kustianto, ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (17/4/2008).
Dia mengatakan hingga kini dirinya, tidak pernah menerima laporan keuangan mengenai investasi yang ditanamkan Bhakti melalui GTS dan BPS tersebut. Padahal, status Gustiono di AdamAir sebagai direktur keuangan.
"Dari pihak GTS dan BSP melihat ada banyak penggelapan dana investasi oleh oknum-oknum yang tidak jelas, jadi kita minta uang yang digelapkan ini dijelaskan dulu," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama AdamAir yang juga wakil dari Keluarga Suherman, Adam Aditya Suherman, mengaku tidak tahu alasan penolakan penyuntikan modal lagi kepada AdamAir. "Bhakti menolak proposal tersebut, saya tidak tahu alasan dia," kata Adam.
(hsp)