Finance
Bhakti Investama Raup Laba Rp695 M
Kamis, 17 April 2008 - 18:18 wib
Hadi Suprapto - Okezone

Hary Djaja (Foto: Yulianto/Sindo)
JAKARTA - PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) membukukan laba bersih konsolidasi untuk tahun buku yang berakhir 2007 sebesar Rp695 miliar. Laba bersih ini meningkat 203 persen dibandingkan dengan laba bersih konsolidasi tahun 2006 sebesar Rp229 miliar.

Sementara itu, pendapatan usaha konsolidasi juga meningkat secara signifikan menjadi Rp4,85 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp657 miliar.

Direktur Utama Bhakti Investama Hary Djaja mengatakan, peningkatan ini disebabkan meningkatnya kinerja anak-anak perusahaan di bawah Bhakti Investama, yaitu PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dan PT Bhakti Capital Indonesia Tbk (BCAP).

"Serta dikonsolidasikannya laporan keuangan Mediacom secara keseluruhan ke dalam laporan keuangan Bhakti Investama, di mana pada tahun sebelumnya laporan keuangan Mediacom hanya dikonsolidasi untuk periode Oktober-Desember 2006," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, di Jakarta, Kamis (17/4/2008).

Likuiditas Bhakti Investama tahun 2007 juga sangat kuat. Hal ini ditunjukkan dengan EBITDA yang mencapai Rp1,60 triliun, meningkat secara signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp320 miliar.

Dari sisi neraca, total aset mengalami kenaikan dari Rp10,6 triliun menjadi Rp19,7 triliun. Sementara itu, total kewajiban dan total ekuitas mengalami kenaikan dari masing-masing sebesar Rp6,3 triliun dan Rp1,9 triliun menjadi Rp9 triliun dan Rp6 triliun, yang disebabkan adanya Penawaran Umum Terbatas IV sekira USD400 juta pada bulan Juli 2007.

Kontribusi pendapatan terbesar disokong dari media yang mencapai 67 persen dari total pendapatan, disusul telekomunikasi dan IT 22 persen, jasa keuangan 6 persen, serta portofolio investasi sebesar 5 persen.

"Kinerja yang baik ini, merupakan hasil dari strategi Bhakti Investama yang memfokuskan kegiatan investasinya pada sektor media dan telekomunikasi, serta bisnis jasa keuangan yang tahun ini meningkat pesat," imbuhnya.
(hsp)
250x208 250x250