o1 o2

Economy - Finance


Penjualan Tiket AdamAir Diduga Diselewengkan

Jum'at, 18 April 2008 - 10:50 wib
text TEXT SIZE :  
Hadi Suprapto - Okezone
Penjualan Tiket AdamAir (Foto:Sindo)

JAKARTA - PT Global Transport Services (GTS), selaku pemegang saham PT Adam SkyConnection Airlines (AdamAir) membeberkan adanya indikasi penyelewengan dana hasil penjualan tiket hingga puluhan miliar rupiah, yang terjadi dalam rentang Agustus 2007 hingga Januari 2008.

Dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) AdamAir yang diselenggarakan, Kamis 17 April kemarin, direksi AdamAir, yang juga wakil dari pemegang saham pendiri Keluarga Suherman, tidak bisa mempertanggungjawabkannya.

"Kami minta pertanggungjawaban penjualan tiket, mereka tidak bisa jawab," kata Chief Financial Officer GTS Erwin Andersen, kepada okezone, di kantornya, Menara Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (18/4/2008).

Penjualan tiket pada periode tersebut mencapai Rp32,682 miliar. Dugaan penyelewengan juga terjadi pada penerbangan di Medan 23 Juni 2007 dan 20 Juli 2007 sebesar USD147.200. "Kami juga mempertanyakan atas pengeluaran tiket gratis sebanyak 27.834 lembar pada 2007," ujarnya.

Langkah ini, katanya, sebagai bagian untuk melacak keberadaan uang sebesar Rp157,5 miliar yang digelontorkan GTS dan PT Bright Star Perkasa (BSP), dengan kepemilikan masing-masing 19 dan 31 persen saham AdamAir.

Menurut sumber, Keluarga Suherman sebagai pemilik 50 persen saham AdamAir telah menyalahgunakan dana hasil penjualan tiket tersebut. Ada indikasi, uang hasil penjualan tiket masuk dalam perusahaannya yang bergerak di perkebunan dan pertambangan. "Saya sering bertemu dengan karyawan AdamAir yang ikut mengelola perkebunan itu," katanya.

Sayangnya, Keluarga Suherman dikabarkan tidak hoki saat masuk ke pertambangan. Pasalnya, lapangan batu bara yang dibelinya bersama investor dari Hong Kong itu, kata dia, tidak sesuai perkiraan. "Cadangannya lebih kecil, jadi kemungkinan rugi," katanya.

Atas dasar beberapa hal itu, tandas Erwin, Gustiono selaku wakil direktur utama dan direktur keuangan di AdamAir yang juga wakil dari GTS, meminta kepada pemegang GTS untuk melepas kepemilikan di AdamAir.

GTS Bantah Kacaukan Bisnis AdamAir
Sementara itu, Erwin membantah kekacauan dalam AdamAir, yang berujung pada pencabutan izin operasi pada 18 Maret lalu. Sebab, keluar atau masuknya pemegang saham tidak akan berpengaruh pada kinerja perusahaan yang sehat.

"Misalnya saya punya saham Astra, lalu saya menarik diri dan menjual ke Anda, apakah Astra terpengaruh dengan itu? Kan tidak. Astra tetap memproduksi mobil seperti biasa kan?" elaknya.

Dia menandaskan, pencabutan izin terjadi akibat penyalahgunaan kewenangan, misalnya penggunaan spare part tak bersertifikat, rekruetmen pilot yang tidak memenuhi standar, sehingga menimbulkan banyak terjadi kecelakaan. (hsp)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4