JAKARTA - Menteri Negara Koperasi dan UKM dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia melakukan penandatanganan MoU dalam rangka program perempuan keluarga sehat dan sejahtera (Perkassa).
Program ini sudah berjalan sejak 2006 dengan plafon Rp10 miliar dan yang sudah tersalur sebesar Rp9,8 miliar.
Pada 2007, meningkat menjadi Rp12,5 miliar dengan realisasi sebesar Rp12,3 miliar untuk 123 koperasi di seluruh Indonesia sehingga rata-rata penyaluran melalui BPD sebesar 98 persen. Sedangkan pada tahun ini meningkat menjadi Rp100 miliar.
"Untuk tahun ini, Kami berharap bisa disalurkan seluruhnya dan wanita merupakan salah satu pilar kemajuan bangsa," tandasnya, di Jakarta, Jumat (18/4/2008).
Menteri Suryadharma Ali menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memiliki 48,9 juta UMKM dan sebagian besar atau 44,6 juta adalah usaha mikro. Dari jumlah usaha mikro tersebut, 90 persen adalah digerakkan oleh perempuan.
"Hal ini membuktikan perempuan menjadi penggerak dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga," jelasnya.
Dia menuturkan, melalui Program Perkassa dan disebarkan melalui BPD seluruh Indonesia mampu diserap oleh seribu koperasi perempuan (kopwan).
Sedangkan pada akhir tahun 2007, hanya mampu menyalurkan kepada 250 kopwan yang ditujukan untuk memperkuat modal, memperluas layanan bagu anggota dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
"Peningkatan target hingga empat kali bukan tanpa alasan. Target itu memang ambisius, namun harus dipenuhi karena permpuan dinilai cermat, penuh perhitungan dalam berusaha," tandasnya.
(Tomi Sujatmiko/Sindo/rhs)