JAKARTA - Kendati pasar saham global dan regional masih rawan, namun Hotel Mandarie Regency yang akan listing di Bursa Efek Indonesia pada 23 Mei, tetap optimistis sahamnya akan laris.
"Saya optimistis di tengah kondisi pasar masih fluktuatif tetapi saham IPO tetap terserap," tegas Presdir Hotel Mandarin Regency Djonny Mardjuki, dalam paparan publik, di Hotel Nikko, Jakarta, Senin (21/4/2008).
Menurutnya, yang menjadi energi optimistis manajemen hotel yang berbasis di Batam ini adalah adanya penerapan free trade zone di kawasan Pulau Batam, Bintan, dan Karimun.
Djonnny mengatakan, laba bersih hotel bintang empat di Nagoya Batam itu, pada 2007 mencatat sekira Rp1,56 miliar dan ditargetkan tahun ini mencapai Rp4,18 miliar.
Sementara pendapatan perseroan pada 2007 mencapai Rp33,8 miliar. "Tahun ini kami menargetkan Rp41,3 miliar," tutupnya.
Keniakan ini didorong oleh geografis hotel yang berada di sentral bisnis, serta program visit year 2008. Diharapkan, momentum itu bisa meningkatkan wisatawan.
Sementara diharapkan wisatawan lokal dapat meningkat akibat "Meeting Insentif Convention Exhibition" dapat mendorong jumlah pengunjung. "Karena pada 2006 saja mencapai tigal kali konvensi," imbuhnya.
Mandarine akan melepas kepemilikan 24,79 persen sahamnya ke publik melalui mekanisme initial public offering (IPO). Jumlah itu setara dengan 300 juta saham biasa dan 198 juta waran. Kisaran harga yang akan ditawarkan sekira Rp110-150 per lembar.(Nunung Ahniar/Sindo/rhs)