Sektor Riil
Bulog: Penyelundupan Beras Naik 300%
Selasa, 22 April 2008 - 13:53 wib
Nuria - Okezone
Berita Lainnya
-
Rabu, 27/08/2008 11:08
139 PDAM Dalam Kondisi Sekarat -
Rabu, 27/08/2008 08:08
Harga Baru LNG Tangguh Mulai 2010 -
Selasa, 26/08/2008 18:08
Ekspor Mineral Harus Diatur -
Selasa, 26/08/2008 18:08
Ketua DPR Sayangkan Naiknya Harga LPG -
Selasa, 26/08/2008 16:08
Royalti Batu Bara
Kemacetan Gara-Gara Pasal Peralihan -
Selasa, 26/08/2008 15:08
Tambahan Insentif Dorong Pertamina Sumbang PNBP -
Selasa, 26/08/2008 15:08
Pemerintah Beri Dana Pembangunan untuk Sumsel -
Selasa, 26/08/2008 15:08
BTN Yakin Kredit Tembus Rp13,5 T -
Selasa, 26/08/2008 14:08
Pemerintah Usung Pembangunan KTM -
Selasa, 26/08/2008 14:08
Belum ada Keberpihakan Parpol pada Demokratisasi Ekonomi

"Memang ada keluhan di beberapa daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, jadi ada indikasi perdagangan antarapulau meningkat tiga kali lipat (300 persen-red)," ujar Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar, di Gedung Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (22/4/2008).
Mustafa mengaku, Bulog hingga saat ini belum mengetahui penyebab tingginya penyelundupan beras itu. Namun, sejauh ini diindikasikan disparitas harga yang sangat jauh berbeda menjadi pemicunya. Misalnya, dengan harga beras di Filipina.
"Sebenarnya, memang sangat menggiurkan. Kalau Bulog mau cari untung memang luar biasa. Tapi saat kita kurang beras, kita impor tapi tujuannya bukan cari untung. Yang penting keamanan dan ketahanan pangan," jabar Mustafa.
Untuk itu, Bulog sudah berkoordinasi dengan Menko Polkam, Kepolisian, dan Bea Cukai. "Ini sangat sulit. Karena negara kita sangat luas dan tidak mudah menjaganya," keluh Dirut Bulog. (rhs)


