LONDON - Bank Sentral Inggris atau Bank of England (BoE) kembali menyuntik dana segar USD100 miliar untuk meredam gejolak pasar saham dan keuangan di Negeri Kincir Angin tersebut.
Dana itu untuk mengatasi krisis likuiditas yang terjadi akibat krisis subprime mortgage di Amerika Serikat. Uang segar itu diberikan kepada perusahaan investasi yang bergerak di sektor properti.
"Skema bantuan itu diberikan BoE bagi bank yang sangat membutuhkan dan perusahaan securities untuk UK Treasury Bills," seperti dikutip pernyataan BoE, yang dipublikasikan AFP, Selasa (22/4/2008).
Gubernur BoE Mervyn King menyatakan, tekanan krisis ekonomi bisa sangat mendalam. Namun, King menampik bahwa bantuan disertakan pembebasan pajak bagi para debitur.
Sementara itu, Menteri Keuangan Inggris Alistair Darling mengaku, optimistis kebijakan ini akan menolong para pelaku bisnis.
(rhs)