Kisah Sukses
T Boone Investasi Rp91 T untuk Kincir Angin
Selasa, 22 April 2008 - 10:02 wib

WASHINTON - Thomas Boone Pickens atau T Boone Pickens adalah seorang pengusaha yang punya ide besar dalam pengembangan energi masa depan. Dia akan mengubah angin sebagai komoditas yang bisa menambah keuntungan perusahaannya.

Raja minyak Texas itu akan menginvestasikan modal sebesar USD10 miliar (Rp91,8 triliun) untuk membangun pembangkit listrik tenaga angin terbesar di dunia. Pickens akan menyulap beberapa hektare tanah menjadi ladang kincir sebagai pembangkit listrik tenaga angin.

Dia siap mengubah wajah Texas yang semula terkenal sebagai pemasok minyak terbesar di Amerika Serikat (AS) menjadi daerah pemasok listrik bertenaga angin. Bulan depan, Pickens dengan perusahaannya, Mesa Power, berencana membeli tanah ratusan hektare di Texas, Amerika bagian utara.

Dia juga telah memesan 2.700 turbin sebagai penggerak dari generator pembang- kit listrik yang siap ditanam di ladang itu. Rencananya, pembangunan turbin tersebut membentang dari utara ke selatan atau dari Saskatchewan menuju Texas. Penggerak tersebut diperkirakan akan mampu menghasilkan listrik daya listrik 4.000 megawatt atau setara dengan daya yang dihasilkan dari dua reaktor nuklir.

Daya yang dihasilkan tersebut siap memenuhi kebutuhan listrik untuk satu juta rumah. Menurut dia, sumber energi yang dihasilkan itu tidak akan memancarkan gas penyebab efek rumah kaca. Sehingga aman dari penyebab meluasnya kebocoran lapisan ozon bumi. AS dan hampir seluruh negara di dunia saat ini sedang dihadapkan dengan permasalahan energi.

Kebutuhan listrik di AS dari tahun ke tahun selalu mengalami kenaikan. Pada satu dasawarsa terakhir, permintaan akan listrik meningkat 15 persen.

Sementara itu, beberapa negara bagian di AS menolak membangun proyek pembangkit listrik menggunakan bahan bakar minyak bumi. Penolakan tersebut didasarkan pada alasan menjaga lingkungan.

Beberapa petinggi negara bagian tersebut telah menawarkan bantuan subsidi untuk membangun pembangkit listrik yang ramah terhadap lingkungan. Dia mempunyai pandangan untuk mengganti sumber bahan bakar gas dengan angin, "Karena saya adalah pencinta lingkungan," ungkapnya.

Dia juga bermimpi membangun pembangkit listrik dengan memanfaatkan cahaya matahari.Saat ini AS dihadapkan dengan persoalan meningkatnya harga minyak mentah di pasaran dunia yang sudah melebihi batas psikologis. Menurut catatan terbaru, harga minyak mentah tersebut mencapai USD115 per barel.

Mencermati itu, sumber tenaga dari angin dan matahari mempunyai prospek cerah di masa mendatang. Pickens merasa sangat optimistis dengan ekspansi bisnis yang dilakukannya itu. Dia sadar bisnis barunya ini tidak akan menghasilkan laba sebesar bisnis minyak yang sebelumnya dia geluti.

Namun, dia memperkirakan akan dapat meraup keuntungan paling sedikit 25 persen dari modal awal dalam megaproyek di Texas. "Ketika saya memasuki pasar baru ini, saya bertekad akan memperoleh untung dari bisnis itu" tandas Pickens.

"Saya tidak berharap untuk rugi dalam bisnis ini," imbuhnya. Jiwa bisnis Pickens sudah terlatih sejak kecil. Pickens terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Dia digembleng dalam keadaan yang serbakurang.

"Kami hari ini bisa makan, tapi beberapa hari kami tidak bisa,namun kami tidak kelaparan. Karena orangtua saya benar-benar orang yang hemat dan cermat," cerita Pickens. "Kedua orangtua saya menyarankan, jika ingin makan konsekuensinya harus bekerja. Sehingga, saat itu saya selalu bekerja,"imbuhnya.

Pickens yang baru berusia 11 tahun sudah bekerja sebagai pengantar koran. Pickens kecil ternyata sangat cekatan dengan pekerjaannya itu. Dalam sehari dia dapat mendistribusikan koran 156 eksemplar.

"Saya lakukan itu bukan dengan mendapatkan pelanggan baru, tapi dengan membatasi rute yang dekat dengan saya,"ungkapnya. Perjalanan hidup Pickens benar-benar sangat berat. Pickens sempat menganggur setelah lulus dari Universitas Oklahoma. Saat itu kondisi industri perminyakan di AS sedang mengalami kelesuan.

Namun, akhirnya Pickens mendapatkan pekerjaan di industri minyak Philips Petroleum. Dia bekerja di Philips sampai dengan tahun 1954. Pada tahun 1956, dia menjadi pekerja di Mesa Petroleum. Pickens merupakan seorang pionir bagi industri perminyakan yang independen. Dalam mengembangkan industrinya, dia lebih memilih pengakuisisian dibandingkan sekadar mengeksplorasi industri minyak itu.

Karier Pickens melesat sangat cepat.Dia berhasil mengakuisisi saham Mesa Petrolium yang pertama pada saat usianya belum genap 40 tahun. Selain seorang pengusaha, Pickens ternyata mempunyai peran signifikan dibidang lain. Di bidang pendidikan,Pickens merupakan seorang donatur di Universitas Oklahoma, tempat kuliahnya dulu.

Pada Desember 2005, dia menyumbangkan USD165 juta (Rp1,52 triliun) untuk pengembangan universitas tersebut. Selain itu, Pickens mempunyai kontribusi yang besar dalam bidang politik. Sejak 1980, Pickens telah menyumbangkan dana lebih dari USD5 juta (Rp45,9 miliar) untuk kepentingan politik.

Pickens tercatat sebagai salah satu penyandang dana untuk kampanye Presiden George W Bush. Kontribusinya di bidang politik ternyata membuahkan hasil maksimal,yaitu terpilihnya Bush sebagai Presiden AS mengalahkan rivalnya, John Kerry. Sekarang kita tunggu apakah dari proyek "ladang kincir" dia bisa memanen dolar. (Muchammad Ismail/Sindo/rhs)
250x208 250x250