JAKARTA - PT Bank Niaga Tbk menargetkan pertumbuhan kredit hingga 20 persen. Hal ini didukung oleh akses likuiditas yang mencapai Rp2-3 triliun.
Salah satunya, Bank Niaga akan menggenjot kredit kepemilikan rumah (KPR). Sebab, selain pasarnya masih tinggi, rasio kredit bermasalah (Nonperforming Loan/NPL) KPR juga tergolong rendah.
Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Bank Niaga Hashemi Albakri, dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Bank Niaga, di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (23/4/2008).
Meski ada gejolak pasar, kredit KPR Bank Niaga diperkirakan bisa tumbuh mencapai lebih dari 20 persen menjadi Rp1,9 triliun. "Rata-rata pertumbuhannya mencapai Rp200-300 miliar," katanya.
Dana pihak ketiga (DPK) juga diperkirakan tumbuh hingga 15 persen. "Kami akan fokus pada pertumbuhan kredit dan DPK," katanya.
Sementara itu, mengenai rencana merger dengan Lilppo Bank dalam rangka memenuhi program kepemilikan tunggal, diharapkan bisa kelar pada Mei mendatang. "Ini urusan stakeholder, tapi kami berharap bisa kelar Mei mendatang," katanya.
(hsp)