ekonomi global
2008, Asia Penyokong Ekonomi Dunia
Rabu, 23 April 2008 - 17:42 wib
Nuria - Okezone
Berita Lainnya
-
Selasa, 19/08/2008 08:08
Badai Fay Reda, Harga Minyak Juga Melandai -
Senin, 18/08/2008 16:08
Keuntungan BHP Billiton USD15,4 Miliar -
Senin, 18/08/2008 14:08
Badai Fay Picu Kenaikan Harga Minyak -
Senin, 18/08/2008 12:08
Irak bebaskan Kontrak Minyak Jangka Pendek -
Sabtu, 16/08/2008 16:08
Cadangan Minyak Nigeria Sentuh 33,6 Miliar Barel

Pembangunan gedung (Foto:Sindo)
"Hal itu terjadi karena gelombang resesi ekonomi Amerika Serikat (AS) dan perlambatan ekonomi Eropa. Selain itu, terjadi kenaikan harga minyak dunia. Tapi, Asia akan menyelamatkan pertumbuhan ekonomi dunia," kata Deputy Director of The Research Department IMF Charles Collyns, saat diskusi "Regional Economic Outlook Asia and Pacific", di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (23/4/2008).
Perlambatan ekonomi juga mengubah pasar ekspor Asia dari Eropa Barat dan AS beralih ke pasar nontradisional, seperti Amerika Latin, Eropa Timur, Rusia, Timur Tengah, dan Afrika.
"Kinerja perdagangan terakhir menunjukan arah positif. Hal ini dilihat dari kinerja ekspor lima negara Asean, yang arahnya stabil dalam beberapa bulan terakhir," katanya.
Berdasarkan data IMF, pada awal 2008 pertumbuhan ekspor China naik ke posisi 28-30 persen dari posisi 10 persen pada November-Desember 2007. Pertumbuhan ekspor Jepang hampir mencapai 30 persen, dari sebelumnya pada kisaran 28 persen. Sedangkan ekspor India menyentuh 40 persen dari posisi sebelumnya 30 persen.
Sementara, pertumbuhan ekspor Asia ke Amerika Latin mencapai 40 persen, Eropa Timur dan Timur Tengah mencapai 30 persen, dan 20 persen ke Afrika. "Sebelumnya, angka pertumbuhan rata-rata hanya 19 persen. Dengan komposisi hingga akhir 2007, Korea mencapai 19 persen, China dan Jepang masing-masing 14,5 dan 13 persen," katanya.
(hsp)


