Sektor Riil
Hindari Pesangon, Pengusaha Pilih Outsourcing
Senin, 28 April 2008 - 12:22 wib
Nuria - Okezone
Berita Lainnya
-
Rabu, 23/07/2008 18:07
Musim Panen, Harga Gula Merosot -
Rabu, 23/07/2008 16:07
BP Migas: Harga LNG Jangan Dipolitisir -
Rabu, 23/07/2008 15:07
Wisatawan Domestik ke Bali Melonjak 30% -
Rabu, 23/07/2008 14:07
Pengiriman Gas Tangguh Dialihkan ke Kogas -
Rabu, 23/07/2008 13:07
PLN: Tak Ada Pemadaman Bergilir di Kaltim -
Rabu, 23/07/2008 09:07
Bunga KPR BTN Akan Naik -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Pengusaha Tak Keberatan TDL Dinaikkan -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Impor Garam 1,5 Jt Ton -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Berharap SKB 5 Menteri Ditunda Agustus -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pertumbuhan Ekspor Perhiasan Ditargetkan 25%

Sofjan Wanandi
"Karena tidak ada jalan lain untuk menghindari pesangon yang cukup tinggi dan dari buruh yang tidak gampang dikeluarkan," ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi, di sela acara Realisasi Penyerapan Tenaga Kerja Kaum Muda, di Menara Great Reaver, Kuningan, Jakarta, Senin (28/4/2008).
Pernyataan Sofjan ini terkait dengan tema utama yang akan diusung dalam hari buruh atau May Day, pada Kamis 1 Mei pekan ini.
Menurutnya, keberadaan outsourcing diperbolehkan oleh UU. Maka kalau ingin memperbaiki keberadaan outsourcing harus diperbaiki terlebih dahulu UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
"Besaran pesangonnya juga harus diperbaiki. Aturan lainnya, kita bisa mengeluarkan buruh yang bisa melakukan tindakan kriminal," ujarnya.
Sebab, selama ini para pengusaha tidak bisa mengeluarkan buruh yang melakukan tindak kriminal. "Karena UU terlalu memproteknya," imbuh Sofjan. (rhs)


