Sektor Riil
Petani Banyumas Tak Bekutik, Urea Naik Rp35 Rb/Sak
Selasa, 29 April 2008 - 17:27 wib
Berita Lainnya

PURWOKERTO - Kelangkaan pupuk di Kab Banyumas, Jawa Tengah, semakin menjadi-jadi. Selain sulit mendapatkan pupuk, harganya naik tajam hingga membuat petani di Banyumas tidak berkutik. Padahal, saat ini di Banyumas sedang memasuki masa tanam.
 
Wagino (50), petani dari Cilongok mengatakan, memasuki musim tanam seharusnya membutuhkan pupuk urea. Namun, kenyataan di lapangan, pupuk urea sangat sulit didapatkan. Lagi pula, kalau pun ada pupuk harganya naik hampir dua kali lipat.
 
"Saya sudah mencari pupuk hingga luar daerah yang jaraknya 20 kilometer (Km). Saya memang menemukannya, namun harganya sudah melambung jauh. Per sak isi 50 Kg naik Rp35 ribu," ungkapnya, di Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (29/4/2008).
 
Biasanya harganya hanya Rp65 ribu, namun dijual pengecer Rp90 ribu. Sehingga mengalami kenaikan Rp35 ribu per sak. 
Seharusnya, pupuk urea yang bersubsidi itu harganya Rp1.300 per kg. Namun kenyataannya malah Rp1.800 per kg.
 
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Banyumas Asan Sohib membenarkan keluhan anggotanya. Menurutnya, sejak awal musim tanam kedua ini mencari pupuk benar-benar susah.
Padahal, sebelumnya PT Pusri menjamin penyediaan pupuk bersubsidi cukup aman. "Namun faktanya kelangkaan pupuk menyebar ke mana-mana," ujarnya.
 
Berdasarkan data di PT Pusri, stok pupuk urea di Banyumas sebanyak 30 ribu ton. Jumlah itu sebetulnya cukup aman. Namun dari jumlah, sekitar 9.000 ton yang telah terpakai untuk konsumsi pada Januari - Februari. (Ridwan Anshori/Sindo/rhs)
250x208 250x250