Sektor Riil
Pupuk Langka di Temanggung
Selasa, 29 April 2008 - 17:38 wib
Berita Lainnya
-
Rabu, 23/07/2008 18:07
Musim Panen, Harga Gula Merosot -
Rabu, 23/07/2008 16:07
BP Migas: Harga LNG Jangan Dipolitisir -
Rabu, 23/07/2008 15:07
Wisatawan Domestik ke Bali Melonjak 30% -
Rabu, 23/07/2008 14:07
Pengiriman Gas Tangguh Dialihkan ke Kogas -
Rabu, 23/07/2008 13:07
PLN: Tak Ada Pemadaman Bergilir di Kaltim -
Rabu, 23/07/2008 09:07
Bunga KPR BTN Akan Naik -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Pengusaha Tak Keberatan TDL Dinaikkan -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Impor Garam 1,5 Jt Ton -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Berharap SKB 5 Menteri Ditunda Agustus -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pertumbuhan Ekspor Perhiasan Ditargetkan 25%

Seperti yang terjadi di salah satu kios di kota Temanggung, setiap hari terdapat antrean petani yang ingin mendapatkan pupuk urea, ironisnya antrean ini sudah terjadi sejak tiga bulan lalu. Agen mencoba menggunakan kupon agar jatah pupuk yang sedikit terbagi dengan merata.
Kepala Dinas Pertanian Temanggung Roni Nurhastuti mengakui, kelangkaan pupuk terjadi karena realisasi dari Januari hingga April masih terdapat kekurangan sebesar 20 persen.
"Kebutuhan pupuk di Temangung tahun ini sebesar 42 ribu ton, namun di peraturan gubernur hanya disetujui 34 ribu ton," ujarnya.
Sampai sekarang, menurut Roni, realisasi 43 ribu ton tersebut masih kurang 920 ton. "Seharusnya dari Januari sampai April sudah turun semua, tapi sampai sekarang masih kurang 920 ton," ujarnya.
Pihaknya berharap kekurangan pupuk tersebut segera dikirim ke Temanggung. "Sebentar lagi musim tanam, kasihan petani bingung mencari pupuk," harapnya. (Nazarudin Latief/Sindo/rhs)


