JAKARTA - PT Bank NISP Tbk pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun ini tidak merencanakan adanya pembagian dividen.
Karena, bank tersebut berencana untuk menjadi bank nasional pada 2011 mendatang. Adapun untuk mencapai keinginannya tersebut, NISP membutuhkan modal hingga Rp10 triliun.
"Secara bertahap kami akan jadi bank nasional, untuk itu kami butuh modal sebanyak Rp10 triliun. Sekarang baru ada Rp4 triliun," ujar Presiden Direktur NISP Pramukti Surjaudaja, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (1/5/2008).
Adapun, laba bersih tahun ini sebanyak Rp250,083 miliar akan digunakan untuk memperkuat posisi permodalan perseroan, dimana Rp100 juta digunakan sebagai cadangan umum dan sisanya untuk mengantisipasi kebutuhan permodalan perusahaan di masa yang akan datang.
Pramukti mengatakan, target untuk menjadi bank nasional sudah ada sejak lima tahun yang lalu, dan diharapkan dapat terencana pada 2011-2012 mendatang. "Semuanya tergantung kondisi," tambahnya.
Di samping itu, dana tambahan untuk melengkapi permodalannya, NISP merencanakan untuk mengambilnya dari perkembangan volume usaha yang dilakukan secara bertahap, mulai dari tahun ini hingga 2011-2012.
Bank NISP juga menargetkan tahun ini akan menambah 30 kantor lagi dan sesuai dengan rencana akan mengembangkan program syariah pada kuartal ketiga tahun 2008.
"Saat ini sedang dalam tahap penyusunan sistem, diharapkan September sudah mulai. Sedang dalam tahap analis dan modal yang pasti mengunakan dana secukupnya," tutupnya.
(rhs)