Finance
Kuartal I-2008
Revitasisi Outlet, Laba Bukopin Anjlok 10,68%
Minggu, 4 Mei 2008 - 11:09 wib
Hadi Suprapto - Okezone

Aktivitas di Bank Bukopin (Foto:Sindo)
JAKARTA -  PT Bank Bukopin Tbk sepanjang kuartal pertama tahun 2008 membukukan laba bersih sebelum pajak sebesar Rp128,72 miliar. Dibandingkan kuartal pertama 2007, angka ini turun 10,68 persen yang saat itu Rp144,11 miliar.

"Ini merupajan konsekuensi dari proses revitalisasi outlet yang dilakukan perseroan," ujar Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi dalam keterangan tertulis  yang diterima okezone, di Jakarta, Minggu (4/5/2008).

Sejak 2007 lalu, kata Glen, Bukopin memang memfokuskan diri untuk memperkuat infrastruktur organisasi dalam rangka mewujudkan aspirasi untuk menjadi penyedia jasa keuangan.

Upaya menggenjot usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga telah menuai hasil. Tercermin dari dibukukannya outstanding pinjaman (gross) sebesar Rp20,43 triliun. Naik 36,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Rp14,92 triliun. "60 persen di antaranya merupakan kredit UMKM," ungkap Glen.

Sejalan dengan peningkatan ini, rasio pinjaman terhadap total simpanan (loan to deposit ratio/LDR) juga meningkat mencapai 72,56 persen, periode lalu 58,85 persen.

Walaupun ekspansi kredit cukup agresif, Bank Bukopin mampu meningkatkan kinerja manajemen risiko secara positif. Hal ini tercermin dari perkembangan angka rasio kredit bermasalah (NPL) gross yang membaik dari 3,96 persen menjadi 3,62 persen.

Pendapatan bunga bersih (belum diaudit) naik 22,01 persen atau sekitar Rp66,39 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara dari sisi total aset, Bank Bukopin juga terus mencatatkan pertumbuhan, yaitu sebesar 11,10 persen menjadi Rp34,47 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp31,03 triliun.

Peningkatan aset ini disebabkan oleh peningkatan dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun sebesar Rp2,84 triliun, atau meningkat 11,17 persen dibandingkan triwulan pertama tahun lalu, yang terdiri dari tabungan Rp751,72 miliar atau 34,01 persen, dan deposito sebesar Rp2,36 triliun atau 15,10 persen.

Sejalan dengan kinerja keuangan yang baik, rasio-rasio keuangan juga dapat dicapai pada tingkat yang baik. Rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 12,63 persen, lebih kecil dibandingkan periode lalu sebesar 16,84 persen. "Hal ini disebabkan oleh naiknya aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) akibat tumbuhnya portofolio kredit," kata Glen. (hsp)
250x208 250x250