ekonomi global


ECB Tetap Berjaga-jaga Hingga Berkurangnya Tekanan Inflasi

Minggu, 4 Mei 2008 - 11:43 wib
text TEXT SIZE :  
Nuria - Okezone
Mata uang euro (Foto:Corbis)

FRANKFURT - Bank sentral Eropa, The European Central Bank (ECB) akan tetap mewaspadai situasi ekonomi dalam beberapa bulan mendatang.

Sikap ini dilakukan dengan menjaga kestabilan tingkat suku bunga pinjaman. Seperti yang diungkapkan analis, inflasi yang tinggi merupakan tanda perlambatan yang akan terjadi pada 15 negara di kawasan Eropa.

Sebuah polling yang disebar ke 31 ekonom oleh Thomson Financial News dan Agence France-Presse menyebutkan bahwa semua pengamat ekonomi berharap ECB memberlakukan status moneter secara quo, ketika dewan gubernurnya melakukan pertemuan di Athena pada Kamis mendatang.

"Meski adanya data pelemahan ekonomi, ECB akan mempertahankan tingkat suku bunganya. Hal ini akan memicu inflasi," ujar analis ekonomi Stefan Muetze, seperti dilansir AFP, Minggu (4/5/2008).

Presiden ECB Jean Claude Trichet, menyatakan situasi ekonomi di kawasan Eropa tetap stabil, meski ekonomi AS diperkirakan akan mengalami resesi.

Kendati demikian, Gubernur ECB tetap fokus terhadap penyelesaian masalah inflasi. ECB telah memperingatkan dampak kedua atas situasi ekonomi yang terjadi. Tingginya inflasi berdampak terhadap tingkat konsumsi di Jerman, sebagai negara ekonomi terbesar di Eropa.

Gubernur Bank Perancis Christian Noyer, tetap mewaspadai kenaikan harga dan memperingatkan bank-bank untuk siap melakukan tindakan, jika memang dibutuhkan.

Sebagian besar ekonom setuju saat ini bank berada pada jalur yang tepat dalam menjaga tingkat inflasi.

Ekonom Oxford Pierre Delage, menyatakan dampak itu akan hilang jika Eropa menghilangkan sentimen negatif di pasar uang.

Sebagian ekonom yang dimintai pendapatnya oleh TFN/AFP berharap tingkat suku bunga di kawasan Eropa diturunkan, namun sebelum kuartal ketiga tahun ini. (hsp)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4