JAKARTA - Kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan ditempuh pemerintah menuai kontroversi. Pemerintah dinilai tidak memiliki kepekaan terhadap rakyatnya.
"SBY sangat tidak peka terhadap perokonomian rakyat dan presiden menjilat ludahnya sendirinya," kritik anggota Komisi VII DPR Alvin Lie, saat berbincang dengan okezone, Selasa (6/5/2008).
Kebijakan itu dinilai sangat tidak tepat di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang kian menghimpit. Menurutnya, masih ada sejumlah solusi yang bisa ditempuh untuk menghadapi kenaikan harga minyak mentah dunia.
Pemerintah bisa melakukan efisiensi anggaran 10 persen di sektor pemerintahan dan membatalkan rencana kenaikan gaji pegawai negeri sipil. "Sebab, saat anggaran ketat, gaji pegawai negri dinaikan. Ini juga bisa menimbulkan konflik," imbuhnya.
Saya kembali lagi pada janji presiden , presiden sdh sering ulang tidak akan naikan bbm kemarin, pada saat milad PKS juga. Katanya juga naikan harga BBM adalah pilihan terakhir,
"Kalau sekarang BBM dinaikkan berarti pilihan lainnya belum dilakukan. Pilihan lain itu misalnya penghematan BBM dengan metode konversi minyak ke gas, atau penjadwalan ulang utang luar negeri untuk menghemat anggaran," timpalnya.
(mbs)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad