SOLO - Pemerintah menetapkan kebijakan tarif BBM naik. Menyikapi hal itu, PDAM Solo juga berencana menaikkan tarifnya. Tarif baru tersebut akan diberlakukan dalam beberapa bulan ke depan.
"Kami sudah membentuk tim untuk mengkaji rencana penyesuaian tarif PDAM," jelas Dirut PDAM Solo Singgih Tri Wibowo, Selasa (6/5/2008)
Dia menjelaskan, rencana penyesuaian tarif PDAM dilakukan hati-hati. Pasalnya, semua itu berkaitan langsung dengan sekira 53.000 pelanggan PDAM Solo. Rencananya, penyesuaian tarif akan dilakukan dengan sistem kelas. Dengan kata lain, kenaikan tarif tidak sama antara pelanggan yang mampu dengan pelanggan yang kurang mampu.
Setiap tahun, ujarnya, idealnya dilakukan penyesuaian tarif PDAM. Sementara, PDAM Solo sudah empat tahun tidak melakukan hal itu. Jika tidak segera dilakukan, beban PDAM akan semakin berat. Ditambah lagi, dalam waktu dekat kenaikan harga BBM juga terjadi. "UMK saja tiap tahun naik, seharusnya tarif PDAM juga naik," ujarnya.
Singgih memastikan kenaikan tarif itu akan dilakukan tahun ini. Hanya saja, dia belum bisa mengatakan berapa persen kisaran tarif akan naik. Dia mengaku, soal itu akan dikaji oleh tim dalam satu bulan ke depan. Setelah kajian dilakukan, barulah keputusan akan dibuat.
Disinggung tentang kebocoran pelayanan, Singgih mengatakan, selama ini kebocoran sekira 36 persen. Terkait soal itu, pihaknya akan menekan angka kebocoran hingga 32 persen. Bahkan, pihaknya menargetkan kebocoran di bawah 30 persen.
(Sumarno/Sindo/mbs)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad