JAKARTA - PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC) membukukan kenaikan laba bersih konsolidasi selama kuartal I-2008 sebesar 28 persen menjadi sekitar Rp78 miliar.
Kenaikkan ini disumbangkan oleh kenaikan pendapatan sebesar 19 persen menjadi Rp644 miliar. Sedangkan EBITDA untuk kuartal I-2008 turun sebesar 17 persen menjadi Rp164 miliar yang disebabkan oleh kenaikan biaya operasional.
"Kenaikan pendapatan seiring dengan pertumbuhan pasar iklan yang kuat pada kuartal I-2008," seperti dikutip dalam siaran pers resmi MNC, di Jakarta, Kamis (8/5/2008).
MNC membukukan kenaikan pendapatan konsolidasi tidak diaudit sebesar 19 persen sehingga menjadi Rp644 miliar untuk tiga bulan pertama 2008. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh pasar belanja iklan yang kuat pada kuartal I-2008.
Pendapatan noniklan juga mengalami kemajuan dan porsinya terhadap jumlah pendapatan telah meningkat menjadi 10 persen per kuartal I-2008 dibandingkan dengan enam persen pada kuartal I-2007. Sebagian besar kenaikan pendapatan non-iklan dikontribusikan oleh Value Added Services (VAS) dan sirkulasi media cetak. Kenaikan pendapatan noniklan juga berasal dari kenaikan penjualan program, penyewaan studio, grafik komputer, dan manajemen artis.
Kontribusi Pendapatan per Kuartal
Pada tahun ini ada beberapa hal positif yang seharusnya memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan seperti peningkatan belanja iklan oleh beberapa industri yang kompetitif dan pemilu untuk pemilihan Presiden.
Sebagai tambahan, pendapatan yang dihasilkan MNC dari hak eksklusif penyiaran acara Euro Cup, Ramadhan, dan Hari Raya Idul Fitri diharapkan untuk memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan, di mana kedua hal tersebut akan dibukukan pada kuartal III-2008. Selain itu, konsolidasi laporan keuangan Linktone Ltd (NASDAQ:LTON) akan mulai terlihat pada kuartal II-2008. MNC memiliki mayoritas atau 57,1 persen saham Linktone yang beredar
Kontribusi Pendapatan per Segmen
Kontribusi dari segmen televisi terhadap jumlah pendapatan menurun dari 95 persen per kuartal I-2007 menjadi 83 persen per kuartal I-2008. Sementara kontribusi dari media cetak meningkat dari empat persen pada kuartal I-2007 menjadi 16 persen per kuartal I-2008 yang terutama disebabkan oleh kenaikan kontribusi dari Seputar Indonesia.
Kami mengharapkan kontribusi yang lebih besar dari Seputar Indonesia seiring dengan dinaikkannya harga eceran surat kabar per 1 Mei 2008 dari Rp2.000-3.000. Alasan lainnya atas kenaikan harga eceran adalah untuk menurunkan subsidi biaya cetak yang terus meningkat oleh karena kenaikan harga kertas dan ongkos percetakan.
Sebagai tambahan, kenaikan pendapatan pada kuartal I-2008 juga disumbang oleh konsolidasi PT Cross Media Internasional yang telah dilakukan sejak September 2007.
Beban Usaha
Beban usaha telah meningkat sebesar 39 persen dari sekitar Rp370 miliar per kuartal I-2007 menjadi sekitar Rp511 miliar per kuartal I-2008.
Kenaikan beban langsung disebabkan oleh meningkatnya biaya operasional dalam pembuatan film, seperti: sewa peralatan dan studio, listrik, transportasi, makanan, dan lain-lain. Selain itu, kenaikan beban langsung disebabkan oleh konsolidasi beban langsung PT Cross Media Internasional yang sudah dilakukan sejak bulan September 2007.
Beban tersebut diperlukan supaya bisa bersaing secara efektif dengan stasiun televisi lainnya. Beban percetakan juga mengalami kenaikan sebesar 62 persen terutama karena kenaikan jumlah sirkulasi surat kabar harian Seputar Indonesia dan juga kenaikan harga kertas dan biaya produksi.
Beban langsung lainnya terdiri dari program Nickelodeon dan MTV, satelit dan transponder, radio, kaset dan rekaman, dan lainnya.
Beban umum dan administrasi juga mengalami kenaikan sebesar 17 persen yang terutama disebabkan oleh kenaikan jumlah karyawan pada kuartal I-2008 dibandingkan dengan kuartal I-2007 dari pada kenaikan gaji.
Selain itu, aktivitas promosi media cetak (sebagian besar oleh koran Seputar Indonesia) juga turut memberikan kontribusi pada kenaikan beban umum dan administrasi. Semua hal tersebut di atas adalah konsisten dengan pesatnya strategi ekspansi yang dilakukan pada akhir-akhir ini.
Rasio beban umum dan administrasi terhadap konsolidasi pendapatan per kuartal I-2008 adalah sekitar 21 persen, sedikit menurun dari rasio kuartal I-2007 sekitar 22 persen.
Penyusutan dan amortisasi mengalami kenaikan sebesar 20 persen yang terutama disebabkan oleh penambahan pada aktiva tetap dalam bentuk gedung studio dan stasiun transmisi.
Sementara beban lain-lain (bersih) menurun sebesar 74 persen sehingga menjadi sekitar Rp20 miliar per kuartal I-2008 jika dibandingkan dengan jumlah pada kuartal I-2007 sekitar Rp77 miliar.
Penurunan yang signifikan tersebut terutama disebabkan oleh keuntungan kurs mata uang asing sebesar Rp19 miliar per kuartal I-2008, jika dibandingkan dengan kuartal I-2007 yang mengalami kerugian sebesar Rp18 miliar, kenaikan dari penghasilan bunga yang terutama berasal dari sisa kas hasil Penawaran Umum Saham Perdana (IPO), dan penurunan pada beban bunga karena pembayaran terhadap Guranteed Secured Notes sebesar USD25 juta dari USD168 juta pada 12 Juni 2007 dan obligasi RCTI sebesar Rp165 miliar pada 23 Oktober 2007 (sisa utang adalah sebesar Rp220 miliar).
Laba bersih konsolidasi meningkat 28 persen tetapi EBITDA menurun sebesar 17 persen karena beban biaya yang meningkat
Untuk kuartal I-2008, MNC membukukan kenaikan laba bersih konsolidasi sebesar 28 persen sehingga menjadi sekitar Rp78 miliar jika dibandingkan dengan jumlah pada kuartal I-2007 sekitar Rp61 miliar dan marjin laba bersih konsolidasi per kuartal I-2008 juga meningkat sedikit sehingga menjadi 13 persen dari 12 persen pada kuartal I-2007.
Kenaikan ini banyak dibantu oleh penurunan beban lain-lain seperti yang telah dijelaskan di atas. EBITDA untuk kuartal I-2008 turun sebesar 17 persen sehingga menjadi sekitar Rp164 miliar yang disebabkan oleh kenaikan biaya operasional dan ekspansi usaha yang dilakukan oleh anak-anak perusahaan MNC, seperti ekspansi ke provinsi-provinsi baru yang dilakukan oleh Seputar Indonesia untuk mencapai sirkulasi nasional.
Ke depannya, MNC telah mengantisipasi bahwa kenaikan beban dan ekspansi yang berkelanjutan akan menekan marjin EBITDA. Akan tetapi, pendapatan yang cenderung naik diharapkan akan menahan penurunan tersebut. Kami sangat yakin bahwa ekspansi diperlukan untuk tetap bisa bersaing dan untuk menurunkan ketergantungan pada kontribusi yang dominan saat ini dari tiga stasiun TV milik MNC.
Perlu diperhatikan bahwa operasional Linktone Ltd di China seharusnya tidak memerlukan dana tambahan dari MNC. Linktone dapat mendanai aktivitas operasionalnya sendiri melalui kas yang dihasilkan dari aktivitas operasional. Sebagai tambahan, setelah akuisisi terhadap 57,1 persen saham Linktone oleh MNC melalui kombinasi dari tender offer dan penerbitan saham baru, Linktone seharusnya memiliki kas sekitar USD100 juta.
Jumlah Aktiva Tumbuh 72 Persen
Jumlah aktiva per kuartal I-2008 tumbuh sebesar 72 persen yang disebabkan oleh karena pertumbuhan sebesar 68 persen dari aktiva lancar dan pertumbuhan sebesar 80 persen dari aktiva tidak lancar. Kenaikan dari aktiva lancar disebabkan oleh karena kenaikan sebesar 176 persen dari kas dan setara kas, kenaikan sebesar 149 persen dari uang muka program, dan kenaikan sebesar Rp307 miliar dari investasi jangka pendek.
Hasil bersih dari IPO adalah sekitar Rp2,4 triliun dan per kuartal I-2008 MNC telah mengeluarkan sekitar Rp951 miliar untuk pengeluaran modal, pembayaran obligasi RCTI, dan modal kerja.
Uang muka program dilakukan untuk menjamin hak ekslusif MNC terhadap penyiaran Euro Cup pada pertengahan 2008.
Sementara, pertumbuhan pada aktiva tidak lancar terutama disebabkan oleh karena investasi yang terkait dengan akuisisi Linktone Ltd, sebuah perusahaan media yang berbasis di China yang sahamnya tercatat di NASDAQ. MNC telah menyelesaikan proses akuisisi pada 3 April 2008 sehingga menjadi pemegang saham sebesar 57,1 persen di Linktone Ltd.
Jumlah Kewajiban
Jumlah kewajiban per kuartal I-2008 turun sebesar tujuh persen yang terutama disebabkan oleh karena penurunan sebesar 30 persen pada kewajiban tidak lancar.
Penurunan pada kewajiban tidak lancar tersebut disebabkan oleh karena penurunan sebesar 31 persen pada hutang obligasi. Di tahun 2007, MNC telah membeli kembali Guaranteed Secured Notes sebesar USD25 juta pada harga 101 persen dan membayar obligasi RCTI sebesar Rp165 miliar pada harga par.
Sisa Guaranteed Secured Notes yang masih terhutang adalah sebesar USD143 juta yang akan jatuh tempo pada 12 September 2011. Sedangkan sisa obligasi RCTI yang masih terhutang adalah sebesar Rp220 miliar yang akan jatuh tempo pada 23 Oktober 2008.
(rhs)