Foto: Ilustrasi
KEBUMEN - Para ibu-ibu mulai melakukan aksi borong minyak tanah (Minah). Mereka panik dan khawatir harga akan mahal.
Warga Kebumen, Jawa Tengah membelinya dalam jumlah besar untuk stok di rumah. Umumnya mereka adalah ibu rumah tangga.
"Sebentar lagi BBM naik, kalau sekarang tidak membeli dalam jumlah banyak, saya tidak mampu membeli. Jadi mumpung harganya masih murah. Ini sekaligus cadangan kalau minyak tanah sudah naik harganya," ujar Maryuni (45), warga Mertokondo, Kebumen, Jumat (8/5/2008).
Umar (37), pemilik pangkalan minyak di Mertokondo, Kebumen, mengatakan, banyak ibu rumah tangga yang yang biasanya membeli lima liter kini membeli hingga 15-20 liter. Bahkan, ada yang membeli dua jerigen atau 70 liter.
"Akibatnya, membuat stok minyak tanah di pangkalan ludes terbeli dalam waktu singkat," ungkapnya.
Sementara itu, penasehat DPC Hiswana Migas Kedu Soenarko membenarkan adanya aksi borong minah. Menurutnya, aksi borong itu bentuk kepanikan masyarakat terkait rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM pada Juni nanti.
Dia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Secara umum, kata dia, pasokan minyak tanah, premium dan solar di Kebumen tetap normal dan aman.
"Tidak ada pengurangan sama sekali dari Pertamina, kalau ada pengurangan pasti Hiswana diberitahu," jelasnya.
Menurutnya, pasokan minyak tanah di Kebumen setiap hari 23-24 tangki ukuran 5.000 atau 120 kiloliter. Jumlah agen di Kebumen sebanyak sembilan buah dengan 1.350 pangkalan.
"Kalau tidak ada yang menjual ke luar daerah, kami pastikan stok minyak tanah di Kebumen aman," imbuhnya.
(Ridwan Anshori/Sindo/rhs)