Sektor Riil
BBM Naik, Mentan Jamin Pupuk & Benih Tak Terkerek
Jum'at, 9 Mei 2008 - 15:02 wib
Berita Lainnya
-
Rabu, 23/07/2008 18:07
Musim Panen, Harga Gula Merosot -
Rabu, 23/07/2008 16:07
BP Migas: Harga LNG Jangan Dipolitisir -
Rabu, 23/07/2008 15:07
Wisatawan Domestik ke Bali Melonjak 30% -
Rabu, 23/07/2008 14:07
Pengiriman Gas Tangguh Dialihkan ke Kogas -
Rabu, 23/07/2008 13:07
PLN: Tak Ada Pemadaman Bergilir di Kaltim -
Rabu, 23/07/2008 09:07
Bunga KPR BTN Akan Naik -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Pengusaha Tak Keberatan TDL Dinaikkan -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Impor Garam 1,5 Jt Ton -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Berharap SKB 5 Menteri Ditunda Agustus -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pertumbuhan Ekspor Perhiasan Ditargetkan 25%

Namun demikian Anton melihat dengan naiknya BBM bulan depan akan berdampak terhadap kenaikan ongkos produksi bagi petani di Indonesia. Dengan kondisi tersebut, pemerintah menurutnya, tidak serta merta membiarkan petani dalam kesulitan. Sebab Deptan nantinya juga akan menaikkan harga beras di pasaran.
"Ongkos produksi saya yakin juga akan naik. Makanya harga beras kita naikkan agar petani juga tak rugi," kata Anton di Kraton Yogyakarta, Jumat (9/5/2008).
Anton menambahkan, selain menjamin harga pupuk dan benih tidak naik, sejauh ini harga beras di pasaran masih relatif stabil. Berbeda kondisinya dibandingkan dengan negara-negara lain di Asean khususnya.
Untuk menjaga hal tersebut kata Anton, Deptan dan Bulog akan terus mengawal harga beras agar tidak berada di bawah HPP. Sebab dalam pantauannya masih banyak beras petani yang dijual di bawah HPP.
"Kita dan Bulog akan kawal stabilitas harga beras ini. Kalau masih banyak yang dijual di bawah HPP itu hanya persoalan lokasi saja yang tersebar luas. Makanya kita ingin lebih bisa menyerap lebih luas lagi," kata Anton. (Satria Nugraha/Trijaya/rhs)


