Sektor Riil


Pupuk NPK Menghilang, Harga Melonjak

Sabtu, 10 Mei 2008 - 09:05 wib
text TEXT SIZE :  
Share

JOMBANG - Keberadaan pupuk Nitrogen, Phospor dan Kalium (NPK) di Kab Jombang, Jawa Timur, mulai langka di pasaran.
Akibatnya, petani kebingungan dan harus merogok kocek lebih lebih dalam dari harga eceran tertinggi (HET).

Akhmad Sholeh, salah satu petani di Desa Gading Mangu Kec Perak mengaku, beberapa minggu ini ia mengalami kesulitan untuk mendapatkan pupuk NPK.

Padahal menurut dia, saat memasuki masa tanam kedua seperti saat ini, pupuk NPK sangat dibutuhkan petani. ''Di kios pupuk rata-rata tak memiliki NPK. Nggak tahu kenapa, padahal saat ni kami sangat butuh pupuk ini,'' keluh Sholeh, di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (10/6/2008).

Dikatakan dia, jika petani nekad membeli pupuk NPK, itupun dengan harga yang jauh dari HET. Dia menyebut, dari HET Rp52 ribu per zak dengan berat 50 kilogram, kini melambung hingga mencapai Rp72 ribu.

Itupun katanya, untuk mendapatkannya harus dengan bersusah payah. ''Sudah mahal, carinya susah lagi. Saya terpaksa membeli NPK di luar kecamatan,'' keluhnya lagi.

Tidak hanya NPK saja yang mulai langka dan harganya melambung, pupuk Phonska juga dirasa demikian. Menurutnya, untuk mendapatkan pupuk Phonska yang sebelumnya dengan harga Rp34 ribu, kini mencapai Rp45 ribu.

Kondisi ini membuat sejumlah petani semakin terpuruk. Pasalnya, dua jenis pupuk tersebut dinilai paling dibutuhkan petani saat ini. ''Bukan hanya NPK, Phonska juga mulai langka dan harganya melonjak,'' terang pria paruh baya ini.

Kelangkaan pupuk tersebut ternyata juga terjadi beberapa kecamatan lain di Jombang.

Di Kec Bandar Kedungmulyo, Kesamben dan Tembelang, petani juga mengeluhkan langkanya dua jenis pupuk ini. Beberapa pengecer dan kios pupuk yang ditemui mengaku,  stok mereka terbatas. Bahkan sejak seminggu lalu, rata-rata telah kehabisan stok. ''Sudah seminggu ini kami kehabisan stok,'' jelas Amir Choiruddin, salah seorang pengecer pupuk di Desa Gondang Manis Bandar Kedungmulyo.

Namun demikian, kelangkaan pupuk ini dibantah Kabid Sarana Produksi Dinas Pertanian, Arifin. Dia berdalih jika yang sebenarnya terjadi hanyalah keterlambatan pengiriman dari pihak produsen kepada distributor yang ada di Jombang. ''Bukan langka, hanya soal pengirimannya saja yang terlambat.

Soal harganya yang mulai tak stabil, Arifin mengaku masih akan melakukan pengecekan di sejumlah kios. Dia yakin masalah ini akan bisa ditangani pihaknya secepatnya. ''Permasalahan tersebut akan segera tertangani dalam waktu dekat,'' janjinya.

Ditambahkan dia,  pihaknya sudah memberikan breakdown (jatah pengambilan) kepada pihak distributor, sehingga dalam hal kelangkaan ini, ia tak bisa menyalahkan distributor. ''Kelambatan pengiriman tersebut karena kesalahan pihak produsen,'' kata Arifin.

Sementara Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) juga terkesan lamban dalam menyikapi masalah ini. Bahkan saat ini, Disperindagkop baru melakukan pendataan terhadap distribusi pupuk yang ada. Bahkan saat ditanya soal kelangkaan pupuk ini, salah satu staf Disperindagkop tak mau buka mulut. ''Langsung tanyakan ke kepala dinas saja untuk urusan ini,'' kata Kasi Perdagangan, Mashuda. (Tritus Julan/Sindo/rhs)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2

Berita Lain

o3 o4