Finance
Astra Graphia Lunasi Obligasi Rp118 M
Jum'at, 9 Mei 2008 - 17:46 wib
Berita Lainnya
-
Jum'at, 10/10/2008 17:10
Rating Indosat Naik Jadi Ba1 -
Jum'at, 10/10/2008 17:10
Investor Harus Tumbuhkan Kebersamaan -
Jum'at, 10/10/2008 16:10
HSBC Tak Mau Andalkan Dana Inggris -
Jum'at, 10/10/2008 16:10
Otoritas Bursa Usut Penyebar Informasi Menyesatkan -
Jum'at, 10/10/2008 16:10
Waduh, Rupiah Ditutup Rp9.850! -
Jum'at, 10/10/2008 15:10
BEI Akan Kembali Bertemu Bakrie Group -
Jum'at, 10/10/2008 15:10
CIMB Niaga Bantah Punya Mortgage di AS -
Jum'at, 10/10/2008 15:10
Antam: Berita Pembelian BUMI Hanya Isapan Jempol -
Jum'at, 10/10/2008 14:10
BEI Tak Ingin Krismon 1997 Terulang -
Jum'at, 10/10/2008 14:10
Rizal Ramli:
Buy Back BUMN Hanya Untungkan Asing & Elit

"Dana terbesar, kemungkinan berasal dari bank loan (pinjaman bank), jadi kita tidak berencana mengeluarkan obligasi baru. Saat ini kita sedang menjajaki dengan beberapa bank tapi belum kita pastikan banknya," jelas Presdir ASGR Lukito Dewandaya, di Hotel Manhattan, Jakarta, Jumat (9/5/2008).
Total pinjaman nanti, kata dia, mencapai Rp200 miliar dan dari angka itu akan digunakan untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo, belanja modal (capital expenditure/capex), investasi untuk aktiva tetap, kebutuhan operasional serta bayar dividen.
Lukito mengakui saat ini, perseroan masih mencari alternatif terbaik untuk melunasi obligasi I yang jatuh tempo pada bulan Oktober mendatang.
Perseroan menyebut, dari total obligasi Rp150 miliar, ASGR telah membeli kembali (buy back) sebagian, sehingga obligasi yang beredar di masyarakat hanya berjumlah Rp118 miliar.
Selain berasal dari pinjaman bank, ASGR juga akan mengambil dari kas internal. Namun perseroan masih enggan menyebut besaran nominalnya.
Dalam laporan keuangan perseroan, pendapatan perusahaan tahun 2007 lalu meningkat 17,2 persen dari Rp619 miliar menjadi Rp725 miliar. Sedangkan tahun ini pendapatan ditargetkan meningkat menjadi Rp800 miliar. Peningkatan juga terjadi pada laba bersih perseroan dari Rp36 miliar tahun 2006 menjadi Rp72 miliar tahun lalu, dan ditargetkan meningkat dua digit pada tahun 2008 ini. (Setiawan Ananto/Sindo/rhs)


