Finance
Astra Graphia Lunasi Obligasi Rp118 M
Jum'at, 9 Mei 2008 - 17:46 wib
Berita Lainnya
-
Kamis, 24/07/2008 07:07
Rupiah Jalan di Tempat -
Rabu, 23/07/2008 19:07
CSR Indonesia Terbelakang di Asia -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Pefindo Terbitkan Rating dan Ranking Reksadana -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Perusahaan Tetap CSR Meski Tidak Ada Insentif -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Dua Mantan Kabiro Bapepam Incar Posisi Komut BEI -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Revisi Aturan Soal Penjatahan tak Diprioritaskan -
Rabu, 23/07/2008 17:07
Bapepam Cermati Audit Penjatahan Saham Adaro -
Rabu, 23/07/2008 17:07
Ekadharma Bangun Pabrik Rp64,6 M -
Rabu, 23/07/2008 16:07
Indeks Masih Seperti Yoyo -
Rabu, 23/07/2008 16:07
Hanson Lepas Saham di Primayudha

"Dana terbesar, kemungkinan berasal dari bank loan (pinjaman bank), jadi kita tidak berencana mengeluarkan obligasi baru. Saat ini kita sedang menjajaki dengan beberapa bank tapi belum kita pastikan banknya," jelas Presdir ASGR Lukito Dewandaya, di Hotel Manhattan, Jakarta, Jumat (9/5/2008).
Total pinjaman nanti, kata dia, mencapai Rp200 miliar dan dari angka itu akan digunakan untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo, belanja modal (capital expenditure/capex), investasi untuk aktiva tetap, kebutuhan operasional serta bayar dividen.
Lukito mengakui saat ini, perseroan masih mencari alternatif terbaik untuk melunasi obligasi I yang jatuh tempo pada bulan Oktober mendatang.
Perseroan menyebut, dari total obligasi Rp150 miliar, ASGR telah membeli kembali (buy back) sebagian, sehingga obligasi yang beredar di masyarakat hanya berjumlah Rp118 miliar.
Selain berasal dari pinjaman bank, ASGR juga akan mengambil dari kas internal. Namun perseroan masih enggan menyebut besaran nominalnya.
Dalam laporan keuangan perseroan, pendapatan perusahaan tahun 2007 lalu meningkat 17,2 persen dari Rp619 miliar menjadi Rp725 miliar. Sedangkan tahun ini pendapatan ditargetkan meningkat menjadi Rp800 miliar. Peningkatan juga terjadi pada laba bersih perseroan dari Rp36 miliar tahun 2006 menjadi Rp72 miliar tahun lalu, dan ditargetkan meningkat dua digit pada tahun 2008 ini. (Setiawan Ananto/Sindo/rhs)


