Finance
Nasib PT PPA Belum Jelas
Jum'at, 9 Mei 2008 - 19:16 wib
Berita Lainnya
-
Jum'at, 09/05/2008 19:05
Bhakti Investama Patok Pendapatan 35-40% -
Jum'at, 09/05/2008 18:05
Kuartal I-2008
Pendapatan Bhakti Investama Rp1,2 T -
Jum'at, 09/05/2008 18:05
Bhakti Investama Bagi Dividen Rp37 M -
Jum'at, 09/05/2008 18:05
Astra Graphia Bagi Dividen Rp40 -
Jum'at, 09/05/2008 17:05
Astra Graphia Lunasi Obligasi Rp118 M -
Jum'at, 09/05/2008 16:05
UoB Buana Lepas 9,2 Juta Saham -
Jum'at, 09/05/2008 16:05
Bank Eksekutif Jajaki Unit Usaha Syariah -
Jum'at, 09/05/2008 16:05
Rupiah Naik 11 Poin ke Rp9.242 -
Jum'at, 09/05/2008 16:05
Hari ini, IHSG Melemah Tipis 1,90 Poin

Jika tetap dibubarkan, orang-orang di PT PPA akan dialihkan ke Danareksa. "Yang penting PT PPA bubar dulu karena tugas mereka sudah selesai dan sesuai dengan mandat menteri keuangan. Setelah itu baru bisa kita organisir kembali," papar Meneg BUMN Sofyan Djalil, di kantornya, Jumat (9/5/2008) sore.
Sofyan menambahkan, Kementerian masih membutuhkan tenaga ahli di PPA dalam hal merestrukturisasi aset-aset bermasalah agar tidak hilang. "Pada intinya kementerian masih tetap memerlukan fungsi PT PPA untuk merestrukturisasi distres aset," paparnya.
Selain itu, pihak kementerian, kata dia, belum memutuskan apakah akan dibentuk BUMN baru pasca pembubaran PPA atau mengabsorb ahli-ahli PPA ke BUMN lain, seperti Danareksa.
"Oleh karena itu, Kementerian Negara BUMN akan menunjuk konsultan independen untuk mengkaji kinerja PT PPA. Tunggu dulu sampai mereka menyelenggarakan RUPS pada Juni nanti. Penunjukan konsultan tersebut untuk mendapatkan second opinion. Tidak mungkin menyerahkan nasib PPA kepada internal manajemen," paparnya. (Setiawan Ananto/Sindo/rhs)


