Fiskal & Moneter
Harga Minyak Pecahkan Rekor USD126
Sabtu, 10 Mei 2008 - 10:54 wib
Rani Hardjanti - Okezone
Berita Lainnya
-
Selasa, 22/07/2008 19:07
Hasil Lelang Debt Switch Sebesar Rp4,4 Triliun. -
Selasa, 22/07/2008 17:07
UU PPN Baru Berlaku Awal 2009 -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pemerintah Harus Beri Kepastian Hukum ke Daerah -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Defisit RAPBN 2009 Ditargetkan 1,5% -
Selasa, 22/07/2008 12:07
Pemerintah Tunda DAU Sebesar 25% -
Selasa, 22/07/2008 11:07
66% Raperda Disarankan Ditolak -
Selasa, 22/07/2008 11:07
Menkeu Minta 2.000 Perda Dibatalkan -
Selasa, 22/07/2008 10:07
Sri Mulyani:
Masyarakat Happy Adalah Aset -
Selasa, 22/07/2008 10:07
SBY Pimpin Sidang RAPBN 2009 -
Selasa, 22/07/2008 08:07
Depkeu Lelang SUN yang Jatuh Tempo 2009-2013

Pialang di Nymex panik. (Foto: AFP)
Harga minyak di Pasar New York Merchantile Exchange (Nymex) untuk pengiriman Juni jenis light sweet tembus USD126,25 per barel, dan di tutup di posisi USD125,96 pada perdagangan Jumat 9 Mei, waktu setempat.
Liarnya harga minyak ini disebabkan oleh tingginya ketakutan pelaku pasar komoditi minyak mentah atas kurangnya pasokan minyak. Serta ketegangan di negara produsen minyak, Nigeria, serta pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD).
Pelemahan USD disebabkan oleh kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral Inggris (BoE) yang mempertahankan tingkat suku bunganya. Akibatnya kebijakan itu direspons positif bagi euro dan poundsterling dan USD menjadi jatuh.
"Kebijakan suku bunga dan perdagangan minyak sangat berkolerasi. Harga minyak menjadi sejarah dalam tahun ini. Ini menjelaskan harga bisa lebih tinggi lagi dalam beberapa hari ke depan," ujar analis Sucden, Michael Davies, seperti dikutip AFP, Sabtu (10/5/2008).
Harga minyak melonjak hingga 25 persen sejak perdagangan awal 2008 ini. Harga energi tidak terbarukan ini terus meningkat 200 persen sejak 2008, yang saat itu bergerak di kisaran USD62 per barel. (rhs)


